NewsTicker

Trump Akui Wabah Corona Bisa Tewaskan 100.000 Warga AS atau Lebih

Trump Akui Wabah Corona Bisa Tewaskan 100.000 Warga AS atau Lebih Trump Akui Wabah Corona Bisa Tewaskan 100.000 Warga AS atau Lebih

Amerika Serikat – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negaranya akan melakukan “pekerjaan yang sangat baik” jika dapat menahan jumlah kematian akibat virus korona pada angka 100.000 jiwa atau di bawahnya.

Berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih pada hari Minggu malam (29/03), Trump mengakui bahwa angka kematian di Amerika Serikat akibat dari virus corona bisa mencapai 100.000 atau lebih.

Trump juga telah memperpanjang pedoman menjaga jarak sosial atau social distancing untuk menekan penyebaran virus corona hingga 30 April 2020.

Baca Juga:

Trump mengatakan bahwa ia menerima hasil studi “paling akurat” atau “paling komprehensif” hari ini tentang potensi korban jiwa dari COVID-19 di AS. Wabah baru yang telah menewaskan lebih dari 34.000 jiwa dan menginfeksi 722.000 orang di seluruh dunia.

Presiden AS itu mengatakan bahwa mungkin akan ada lebih dari 2 juta infeksi jika “kami tidak melakukan apa-apa”.

“Ketika saya mendengar tentang jumlah itu hari ini. Pertama kali saya mendengar angka itu, karena saya telah menanyakan pertanyaan yang sama kepada beberapa orang. Saya merasa lebih baik tentang apa yang kami lakukan minggu lalu dengan 2,2 miliar dolar,” kata Trump merujuk pada stimulus paket yang disahkan oleh Kongres minggu lalu.

Baca Juga:

“Karena kalian berbicara tentang potensi hingga 2,2 juta dan beberapa orang mengatakan bahwa hal itu bahkan bisa lebih tinggi. Kalian berbicara tentang 2,2 juta kematian. 2,2 juta orang dari (penyakit) ini,” kata Trump.

Pengumuman Trump itu bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang menyebut bahwa ia ingin negara itu dibuka kembali untuk bisnis sebelum Paskah.

Sebelumnya, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS memperingatkan bahwa negara itu bisa menderita 200.000 kematian dan jutaan infeksi akibat wabah Covid-19.

“Melihat apa yang kita lihat sekarang, saya akan mengatakan antara 100.000 dan 200.000 kematian. Kita akan memiliki jutaan kasus, “kata Dr. Anthony Fauci, mencatat bahwa proyeksi dapat berubah, mengingat bahwa wabah COVID-19 adalah” target yang bergerak.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: