NewsTicker

Trump Beri Wewenang Pentagon Balas Serangan ke Pasukan AS di Irak

Trump Beri Wewenang Pentagon Balas Serangan ke Pasukan AS di Irak Tentara Koalisi AS di Irak

Amerika Serikat – Presiden AS Donald Trump telah memberi wewenang kepada militernya untuk menanggapi serangan roket pada hari Rabu lalu yang menghantam sebuah pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika di dekat ibukota Irak, Baghdad.

Serangan terhadap kamp militer Taji menewaskan tiga anggota koalisi pimpinan AS, termasuk dua personel Amerika dan satu warga Inggris.

Baca Juga:

Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut di mana 18 roket Katyusha menghantam kamp.

“Saya telah berbicara dengan presiden. Ia memberi saya wewenang untuk melakukan apa yang perlu kita lakukan, konsisten dengan bimbingannya,” ujar Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada hari Kamis (12/03).

Esper memperingatkan bahwa semua opsi ada di atas meja tanpa menyebut nama kelompok tertentu untuk ditargetkan.

“Saya tidak akan mengambil opsi apa pun saat ini, tetapi kami fokus pada kelompok-kelompok yang kami yakini melakukan ini di Irak, sesegera mungkin (fokus),” katanya kepada wartawan di Pentagon.

Pada hari Kamis, Presiden Irak Barham Salih dan Perdana Menteri sementara Adel Abdul-Mahdi mengecam serangan itu. Presiden Irak, dalam sebuah pernyataan, menggambarkan serangan itu sebagai serangan terhadap Irak dan keamanannya, menekankan perlunya penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi para pelaku.

Baca Juga:

Sentimen anti-Amerika telah meningkat di Irak setelah pembunuhan komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani bersama dengan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU) dan rekan-rekan mereka pada 3 Januari lalu.

Kejahatan itu mendorong parlemen Irak untuk memilih pengusiran pasukan AS dari negara itu. Pemerintah belum bertindak atas keputusan tersebut karena sedang menghadapi jalan buntu politik.

Iran dan PMU Irak -lebih dikenal sebagai Hashd al-Shaabi- telah bersumpah membalas dendam, dengan rudal Tehran menargetkan dua pangkalan AS beberapa hari kemudian.

PMU juga mengatakan reaksi mereka akan “tidak kurang dari ukuran” dari serangan rudal Tehran di dua pangkalan Amerika di Irak.

Namun begitu PMU telah membantah tuduhan berulang-ulang AS bahwa mereka berada di balik serangan roket yang menargetkan misi dan pangkalan asing AS dan lainnya di Irak. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: