NewsTicker

Trump Marah Besar kepada Putra Mahkota Saudi, Kenapa?

Trump Marah Besar kepada Putra Mahkota Saudi, Kenapa? Mohammed bin Salman dan Donald Trump

Washington  Mujtahid-Whistleblower Arab Saudi, yang terkenal dengan nyayiannya di Tiwtter, mengungkapkan informasi penting tentang Mohammed bin Salman yang tidak mengoordinasikan kampanye penangkapan para pangeran dengan Amerika, hingga menyebabkan kemarahan AS, CIA dan Dewan Keamanan Nasional.

Dalam sebuah tweet-nya, Mujtahid mengatakan penangkapan Ahmed bin Abdul Aziz, saudara Raja Salman, dan pengeran senior lainnya tidak berkoordinasi dengan Amerika. Penangkapan ini berbeda dengan kampanye penangkapan anti-korupsi sebelumnya yang mendapat persetujuan dari Trump. Oleh karena itu, Departemen Luar Negeri AS, CIA, dan Dewan Keamanan Nasional marah karena takut akan menciptakan kekacauan di negara itu. MbS pun dihubungi dan ditekan untuk membebaskan para tahanan.

Baca Juga:

Mujtahid juga mengatakan putra mahkota melakukan kecerobohan dengan menentang Putin dan meningkatkan produksi minyak. Trump marah besar karena tindakan ini adalah alasan jatuhnya Bursa Efek New York pada hari ini, yang selalu dibanggakan Trump karena kenaikannya adalah salah satu prestasinya. Oleh karena itu AS menekan MbS, dan duta besar Amerika bersikeras bertemu dengan Pangeran Ahmed.

Dia menambahkan “Ibn Salman tidak dapat mencegah orang Amerika bertemu Ahmed, tetapi Mohammed bin Salman menolak untuk membebaskannya hingga sekarang, karena ia memahami bahwa kebebasan Ahmed di bawah perlindungan Amerika berarti akhir dari kesempatannya untuk berkuasa, karena Ahmed akan berada di posisi yang lebih kuat. Bahkan sebaliknya, Pangeran Ahmed mungkin membalas dendam pada Mohammed bin Salman, karena telah menghinanya dengan penangkapan ini.”

“Putra Mahkota percaya bahwa ia masih dapat membujuk Trump untuk melanggar posisi Amerika, tapi Trump khawatir tentang kecerobohan MbS, dan dia mulai merasa bahwa bertaruh pada MbS akan membahayakan dirinya secara pribadi. Terutama karena pemilu yang akan dipengaruhi oleh situasi ekonomi pada umumnya dan Bursa Efek New York pada khususnya, yang menjadi rentan terhadap tindakan MbS,” ujar Mujtahid.

Baca Juga:

Whistleblower Saudi kemudian mengakhiri tweetnya dengan mengatakan, “Mereka yang dekat dengan Mohammed bin Salman berharap untuk menanggapi tekanan Amerika dan membebaskan para tahanan, tetapi kemungkinan melawan tekanan ini sangat mungkin, terutama karena itu telah menjadi pertempuran untuk suksesi MbS. Dia masih percaya bahwa dia bisa memeras Trump dengan mengancam akan mengungkap kisah milyaran yang telah diberikan kepadanya”. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: