NewsTicker

Wahyu Sutono “Semprot” Rizal Ramli: Rakyat Tidak Butuh Kamu

Jakarta – Ditengah virus Corona melanda di Indonesia ada suara-suara sumbang yang memojokkan pemerintahan Jokowi, sebelumnya Firza Husein dalam akun twitternya memberikan sebuah kritikan pedas kepada Fadli Zon dan Rizal Ramli seharusnya dua orang ini di isolasi saja.

Nyinyiran-nyinyiran tak elok di saat musibah seperti amatlah tidak baik, dan jangan menunggangi bencana ini untuk kepentingan dirinya saja.

Baca Juga:

Tak lebih pedas dari Firza Husein, pegiat medsos Wahyu Sutono dalam akun facebooknya juga menulis sebuah tulisan sangat pedas sekali yang ditujukan kepada Rizal Ramli, Rakyat tidak butuh Rizal Ramli.

Bila menurut Saudara Rizal Ramli yang memprediksi bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2020 akan anjlok tanpa Corona sekali pun, maka pertanyaannya adalah bagaimana Saudara bisa tahu, sementara Saudara tidak melihat Indonesia dalam keadaan normal andai saat ini tidak ada gangguan Corona.

Lalu menurut Saudara sistem apa yang terbaik untuk Indonesia bila memang Saudara seorang ahli ekonomi makro yang tentunya juga paham betul tentang kebijakan fiskalnya. Bagaimana pula dengan ekonomi global yang saat ini runtuh, khususnya negara yang bermasalah dengan penyebaran pandemik Covid-19.

“Sedangkan yang dimaksud salah kelola itu yang seperti apa? Apakah seperti Saudara yang bisanya hanya gaduh? Kemudian ilmu pengibulan itu yang mana? Apakah seperti Saudara yang pernah bikin cuitan hoax, tapi kemudian dihapus setelah kami kritik?”.

Baca Juga:

Perlu Saudara pahami bahwa sebelum tragedi Covid-19 ini melanda Indonesia, ekonomi negeri ini termasuk yang paling stabil di Asia, yang itu artinya pemerintah, khususnya Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki kinerja yang bisa dibanggakan, terbukti ia terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia dan Dunia secara berturut-turut.

Sebenarnya bila tidak diterpa badai Covid-19, nilai tukar rupiah sedang bergerak menguat. Jika kemudian sekarang melemah Saudarapun tidak serta merta bisa menyamakan dengan krisis moneter yang berimbas pada krisis ekonomi global tahun 1997 yang saat itu membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar benar-benar terjun bebas, dan itu merupakan rekor terlemah rupiah.

Sekarang bila kita andaikan rupiah mencapai Rp 17.000/US$ maka pelemahan rupiah sejak awal tahun menjadi sekitar 22%. Sementara pada periode 1997-1998 pelemahan rupiah lebih dari 500%. Jadi jelas perbedaannya sangatlah signifikan, sehingga tidak bisa dibandingkan meski nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah baru.

Apalagi penyebab melemahnya rupiah, IHSG serta obligasi Indonesia adalah akibat pandemi Covid-19, yang juga dialami negara lainnya. Stimulus fiskal dan moneter sudah digelontorkan di berbagai negara termasuk Indonesia guna meminimize dampak Covid-19 ke perekonomian. Namun efeknya belum terlihat di pasar keuangan yang saat ini masih terus mengalami aksi jual akibat kecemasan akan terjadinya resesi global.

Baca Juga:

Namun sejatinya dalam kondisi seperti sekarang ini yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia adalah persatuan dan semangat untuk bahu membahu memerangi musuh yang bernama Covid-19. Karenanya diharapkan kita semua bisa ikut bersumbangsih, baik materi, media kesehatan seperti halnya masker, atau sumbang pemikiran untuk meringankan beban pemerintah yang sedang sangat serius dan kerja keras memerangi Covid-19.

Bila juga tidak ada, Saudara bisa menyumbang dengan cara ‘Diam dan tidak B****’, serta tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk bermanuver politik. Itu pun sesuai dengan pesan yang ditulis oleh Sarah (Cornelia Agatha) bahwa dalam situasi seperti sekarang ini jangan menambah ‘Nyinyiran dan Kebencian’ yang tidak memberikan solusi.

Sarah jauh lebih mulia karena justru mengajak untuk saling menguatkan. Itu sebabnya si Doel dibuat bingung harus memilih Sarah atau Zaenab, karena keduanya sama-sama berkepribadian menarik, dus tidak seperti Saudara yang selalu dipenuhi kedengkian, hingga Sarah pun harus mengingatkan kita lewat cuitannya yang sangat simpatik.

Karenanya, lebih baik Saudara tanya kepada babe dan mak enyak bagaimana caranya mendidik si Doel agar bisa jadi ‘Tukang Insinyur’ yang kemudian sukses jadi Gubernur Provinsi Banten dan tak pernah dipecat. Sebab bila Saudara hanya bisa nyinyir, rakyat sama sekali tak membutuhkan keberadaan Saudara. Salam nyinyir dari Mas Karyo dan Atun. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: