NewsTicker

Yaman: AS Transfer COVID-19 ke Negara-negara yang Tak Mampu Ditaklukkan dengan Senjata

Yaman: AS Transfer COVID-19 ke Negara-negara yang Tak Mampu Ditaklukkan dengan Senjata Yaman: AS Transfer COVID-19 ke Negara-negara yang Tak Mampu Ditaklukkan dengan Senjata

Yaman  Menteri Informasi Yaman, Dhaifallah Al-Shami, menegaskan bahwa Amerika berusaha keras untuk mentransfer virus corona ke negara-negara yang menentangnya dan gagal menaklukkan dengan kekuatan senjata, seperti Yaman dan Suriah.

Al-Shami menyakini bahwa upaya yang dilakukan oleh rezim Saudi dan Emirat untuk mengirim corona ke Yaman adalah implementasi dari plot AS di Yaman.

Dia menambahkan bahwa konfrontasi bangsa Yaman dalam mencegah corona memiliki semangat dan kecepatan yang sama saat menghadapi pesawat dan senjata pra agresor.

Baca Juga:

Yaman baik sebelum maupun sesudah ditemukannya kasus corona pertama di Wuhan, adalah bangsa yang terisolasi dari dunia luar. Arab Saudi selama 5 tahun telah memberlakukan blokade darat, laut dan udara terhadap negara miskin di Timur Tengah ini.

Tidak ada warga Yaman yang melakukan perjalanan ke luar ataupun kembali dari negara-negara tertentu yang terdampak wabah corona, dan tidak ada keluar masuk barang kecuali bantuan kemanusiaan yang berada dalam pengawasan PBB.

Koalisi Saudi-Amerika yang bertahun-tahun tak mampu menaklukan bangsa Yaman, dan beberapa hari ini mengalami kekalahan telak di Ma’rib, Jawf dan beberapa provinsi lainnya, berpotensi melakukan transfer senjata biologis (COVID-19) untuk melumpuhkan bangsa Yaman dari perjuangnya melawan agresor.

Baca Juga:

Menteri Kesehatan dan Kependudukan Yaman, Dr. Taha Al-Mutawakkil, pada hari Sabtu, menekankan bahwa negara-negara agresor terus memblokade dan mencegah kedatangan peralatan dan pasokan medis untuk menghadapi Corona.

Menteri Kesehatan mengumumkan, selama konferensi pers, mobilisasi para pelajar di perguruan tinggi dan institut kesehatan untuk menjadi relawan dalam rangka mempersiapkan keadaan darurat.

Dia juga menjelaskan bahwa kementerian telah mengalokasikan 18 rumah sakit di ibukota, Sana’a dan provinsi lainnya, untuk melatih tenaga medis untuk bersiap menghadapi wabah Coronavirus.

Menteri menganggap negara-negara agresor bertanggung jawab atas situasi yang semakin memburuk di sektor kesehatan, dan menekankan bahwa mereka terus memblokade dan mencegah kedatangan peralatan medis dan pasokan untuk menghadapi Corona. Selain itu, Al-Mutawakkil menyatakan bahwa 93% peralatan medis tidak siap karena blokade dan agresi. (ARN)

Sumber: Al-Masirah.

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: