Luhut Ancam Pidanakan Said Didu Jika Tak Minta Maaf dalam 2×24 Jam

Luhut Ancam Pidanakan Said Didu Jika Tak Minta Maaf dalam 2x24 Jam
Luhut Ancam Pidanakan Said Didu Jika Tak Minta Maaf dalam 2x24 Jam

Jakarta  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan menuntut mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muahmmad Said Didu.

Tuntutan itu buntut dari pernyataan Said Didu yang menyatakan Luhut dinilai mementingkan keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan penanganan Virus Corona.

“Bila dalam 2×24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata juru bicara Menko Luhut, Jodi Mahardi, lewat keterangan pers tertulis kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Jodi menuturkan, atasannya itu telah mengetahui pencemaran nama baik yang menyudutkannya itu.

Baca Juga:

Lockdown Siasat “Kudeta” HTI kepada Jokowi

Karenanya, melalui Jodi, Luhut meminta agar Said Didu memberikan pernyataan maafnya secara langsung. Juga melalui seluruh akun media sosial miliknya. Terhitung mulai hari ini.

“Secara keseluruhan seseorang dapat dikenakan pasal hate speech, Pasal 317 KUHP dan 318 KUHP dan juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian, yaitu bisa memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar atau berita bohong melalui media sosial,” ujar Jodi.

Video yang dipermasalahkan pihak Luhut adalah video yang diunggah di akun Said Didu, yakni bernama MSD, pada 27 Maret 2020. Video itu berjudul ‘MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG’. Video itu berdurasi 22.44 menit.

Baca Juga:

Dalam video itu, Said Didu menyoroti persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) dan menghubungkannya dengan penanganan COVID-19. Said menilai pemerintah saat ini lebih mementingkan peninggalan monumental (legacy) berupa ibu kota baru di atas permasalahan lainnya.

Maka pihak Luhut meminta Said Didu segera minta maaf dalam kurun waktu 2×24 jam. Pendapat-pendapat Said dinilai pihak Luhut masuk unsur penghinaan, dalam istilah hukum ‘animus injuriandi’, mengandung kesengajaan, menyinggung kehormatan seseorang, dan dapat menimbulkan kerugian serta menyinggung kehormatan seseorang. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel TelegramArrahmahnews

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.