Nasional

Surat Terbuka Denny Siregar ke Presiden “Pak Jokowi Jangan Bebaskan Napi Koruptor”

Surat Terbuka Denny Siregar ke Presiden "Pak Jokowi Jangan Bebaskan Napi Koruptor"

Jakarta – Surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh pegiat medsos Denny Siregar terkait akan dibebaskannya napi koruptor.

Berikut isi surat terbuka Denny Siregar:

Pak Jokowi yth,

Situasi saat wabah Corona ini memang tidak mengenakkan..

Banyak keputusan dibuat, harus ditelan dengan pahit karena situasi yang mengharuskan. Ingin mencegah virus menyebar dengan karantina negara, tapi ekonomi menghadapi kehancuran. Akhirnya keputusan yang buruk dibuat, untuk mencegah yang terburuk datang.

Baca Juga:

Pak Jokowi, saya sangat paham bahwa bapak ada di situasi yang tidak akan bisa menyenangkan banyak orang..

Begitu juga saat ada niat dari Menkumham, Menteri bapak yang ingin membebaskan 30 ribu napi dari sel penjara. Saya harus setuju, apalagi melihat kenyataan kapasitas tahanan lebih banyak dua kali lipat dari tersedianya rutan.

Melihat para napi dalam ruang sempit tidur bertumpuk-tumpukan, saya akhirnya juga merasa miris, bagaimana seandainya satu orang dari mereka terkena Corona ya? Tentu penyebarannya akan cepat sekali, karena disana tidak mampu – bukan tidak mau – social distancing.

Meski tidak suka, saya terpaksa harus setuju. Keputusan buruk harus diambil untuk mencegah keburukan yang lebih besar lagi.

Baca Juga:

Tapi, pak.. Maaf, napi koruptor itu beda. Mereka adalah napi dengan kejahatan luar biasa, sama dengan napi terorisme dan bandar narkoba.

Ikut membebaskan napi koruptor, terorisme dan bandar narkoba, sungguh berlawanan dengan hati nurani. Tidak punya empati kepada masyarakat yang ingin penegakan hukum terhadap ketiga napi luar biasa itu, tegak setegak-tegaknya.

Saya paham, bahwa banyak yang akan menekan bapak untuk membebaskan napi itu – utamanya napi korupsi. Terutama dari anggota DPR, yang mungkin teman-teman mereka ada dipenjara disana.

Saya berharap bapak mengambil keputusan berbeda.

Sebenarnya napi koruptor itu tidak dihukum mati saja sudah meninggalkan luka di hati. Jangan sampai malah dibebaskan lagi, terus mereka senyum penuh kemenangan, dadah dadah depan kamera, pulang masih kaya raya.

Jika para koruptor mudah bebasnya, lalu kapan negeri ini bisa belajar?

Sia-sia dong revolusi mental yang bapak gaungkan, jika ternyata orang yang rusak mentalnya mudah mendapat pengampunan.

Baca Juga:

Apa yang para koruptor itu pernah lakukan, bisa jadi inspirasi bagi calon koruptor yang akan muncul kemudian. “Ah, gapapa. Dipenjara sebentar, toh gak lama dibebaskan dan kita masih kaya..” begitu pikiran mereka.

Jika koruptor harus bebas hanya karena perasaan manusiawi, apa gak sekalian juga bebaskan napi terorisme dan bandar narkoba? Mereka kan manusia juga..

Tolong, pak.. Jangan rusak apa yang sudah dikerjakan hanya karena membela para pengkhianat negeri ini. Biarkan DPR yang sibuk ingin membebaskan, bapak harus berdiri diseberang jalan.

Sudah tidak ada beban lagi, kan pak? Jika begitu, pasti lebih mudah ambil keputusan.

Saya dengar bapak senang sekali melihat media sosial sebagai bagian masukan sebelum mengambil keputusan. Saya harap, surat ini juga bisa sampai dan dibaca bapak sebagai perimbangan. Salam seruput kopi, pak.. Semoga wabah cepat berlalu. (ARN)

Sumber: Pak Jokowi, Jangan Bebaskan Napi Koruptor

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.776 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.973.717 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: