Eropa

Rusia: Laporan OPCW soal Serangan Kimia Suriah Berdasarkan Data dari Teroris

Rusia: Laporan OPCW soal Serangan Kimia Suriah Berdasarkan Data dari Teroris

Rusia – Rusia mengecam laporan baru-baru ini oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dengan menyebutnya sebagai laporan yang tidak dapat dipercaya. Moskow menyebut bahwa organisasi yang bertugas menyelidiki serangkaian dugaan “serangan kimia” di sebuah kota di Suriah pada tahun 2017 itu telah melanggar prinsip dasar kerjanya dengan melakukan penyelidikan jarak jauh tanpa mengunjungi tempat kejadian perkara.

“Konvensi Senjata Kimia yang relevan (CWC) mensyaratkan pengiriman wajib para ahli langsung ke tempat-tempat insiden yang diduga terjadi,” kata kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (09/04).

Baca Juga:

“Namun, informasi yang dikumpulkan oleh IIT (Tim Identifikasi dan Investigasi OPCW) kebanyakan berasal dari kelompok-kelompok bersenjata anti-pemerintah dan LSM pseudo-kemanusiaan yang berafiliasi dengan mereka, termasuk White Helmets yang terkenal,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

“Laporan itu berisi “referensi ke data dinas rahasia tertentu yang tampaknya juga dari negara-negara yang sama yang terobsesi dengan perubahan kekuasaan di Damaskus,” lanjut kementerian.

“Tidak ada kata lain untuk itu selain informasi yang salah. Para ahli Rusia akan mempelajari laporan IIT,” dengan mengatakan bahwa “kami tidak ragu bahwa banyak pakar independen internasional akan melakukan hal yang sama.”

Sebelumnya, kantor pers misi permanen Rusia di OPCW pada hari Rabu juga telah mengeluarkan pernyataan senada, bahwa “Para ahli, yang menuduh Suriah dalam insiden yang terjadi pada tahun 2017, telah bergantung pada penilaian yang dikeluarkan oleh komite Pencari Fakta yang melakukan pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar pekerjaan OPCW yang menetapkan perlunya suksesi logika peristiwa sambil mengumpulkan dan menyimpan bukti material.”

Baca Juga:

Menurut laporan terbaru itu, tim telah mendasarkan penyelidikannya pada sejumlah bukti, termasuk kesaksian saksi, video, laporan forensik tentang sisa amunisi yang dipulihkan, catatan medis dan citra satelit.

Dalam laporan yang dirilis pada hari Rabu itu, OPCW menuduh angkatan udara Suriah menjatuhkan bom yang mengandung sarin dan klorin di provinsi Hama pada tahun 2017. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam laporan itu dengan mengatakan bahwa laporan itu palsu dan dibuat berdasarkan bahan yang disiapkan oleh teroris Nusra. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.753 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: