Milisi Bayaran Saudi Ambil Alih Kamp Militer UEA di Socotra Yaman

Yaman – Militan dukungan Saudi dilaporkan telah merebut kamp militer dari separatis dukungan UEA di pulau strategis Socotra, dalam perpecahan yang kian meningkat antara dua kelompok dukungan sekutu agresor di Yaman.

Menurut sumber-sumber lokal, milisi yang setia kepada mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi mengambil kendali atas kamp militer di pulau Laut Arab itu pada hari Sabtu (11/04).

Mereka mengatakan bahwa separatis dari Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA telah meninggalkan kamp sebelum pasukan yang didukung Saudi meluncurkan serangan mereka.

Baca Juga:

Separatis selatan merebut kamp militer itu pada bulan Februari. Baik separatis yang disponsori UEA dan militan pro-Hadi melayani koalisi yang dipimpin Riyadh dan telah terlibat dalam kampanye militer berdarah di Yaman sejak 2015. Kelompok separatis telah lama ingin menguasai Yaman selatan dan memisahkan diri.

Didorong oleh Uni Emirat Arab, mereka sepakat untuk bertarung di bawah komando koalisi militer pimpinan Saudi dalam perang melawan bangsanya sendiri.

Baru-baru ini dan setelah keputusan oleh UEA untuk secara efektif menarik pasukannya dari Yaman, kelompok itu telah menodongkan senjatanya kepada milisi yang loyal kepada Hadi.

Pertikaian itu menyoroti perpecahan yang semakin dalam antara Arab Saudi dan UEA, dua negara yang memimpin perang terhadap Yaman.

Hubungan antara kedua belah pihak telah memburuk karena sejumlah masalah, termasuk apa yang dilihat orang Yaman sebagai niat Abu Dhabi untuk menduduki Pulau Socotra dan mendapatkan dominasi atas saluran air utama di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Pulau itu adalah bagian dari provinsi Hadhramaut di Yaman timur, tetapi pulau itu diperkenalkan sebagai provinsi independen dalam keputusan presiden 2013.

Rumah bagi sekitar 60.000 orang, Socotra terletak di pintu masuk ke Teluk Aden. Pulau ini memiliki ekosistem yang unik dan terdaftar oleh UNESCO sebagai situs warisan alam dunia.

Ada laporan bahwa Hadi menyewakan pulau Socotra dan Abd al-Kuri ke UEA selama 99 tahun sebelum mengundurkan diri dan meninggalkan negara itu ke Riyadh pada tahun 2014. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: