Afrika

Mufti Al-Azhar Mesir Kecam Warga yang Tolak Jenazah Korban Covid-19

Mesir – Grand Mufti Al-Azhar Mesir, Syeikh Ahmed Al-Tayeb, mengomentari penolakan warga terhadap jenazah seorang dokter Mesir yang meninggal setelah terinfeksi virus Corona.

Syeikh Al-Azhar di akun Facebook pada hari Sabtu, mengatakan “peristiwa penolakan pemakaman terhadap jenazah seorang dokter yang meninggal karena virus corona jauh dari moralitas, kemanusiaan dan agama”, seperti dilansir Sputniknews.com.

Baca Juga:

Dia menambahkan “salah satu hal yang berbahaya adalah ketika manusia kehilangan kemanusiaannya, kemudian diliputi keegoisan, sehingga seseorang akan kelaparan sementara tetangganya kekenyangan. Dia akan mati dan tidak menemukan seseorang untuk menguburnya”.

Syeikh Al-Azhar juga mengatakan “Kemanusiaan mewajibkan semua orang untuk berkomitmen pada solidaritas antar sesama manusia, dengan menghilangkan stigma penyakit itu, dan memastikan orang-orang yang terkena dampak serta menghormati orang-orang yang meninggal dengan segera menguburkan mereka dan mendoakannya”. Dan menambahkan, “Semoga Allah mengampuni para korban epidemi ini, dan menghilangkan wabah ini dari seluruh dunia”.

Kepolisian Mesir menangkap 12 warga desa pada hari Sabtu (11/04/2020), karena memprovokasi warga untuk menolak pemakaman seorang wanita yang meninggal karena virus Corona, karena takut akan infeksi, menurut sumber keamanan.

Lusinan penduduk desa yang terprovokasi khawatir akan terinfeksi jenazah. Setelah keluarganya gagal menguburnya, jenazah dibawa dengan ambulans ke desa tetangga Mit al-Alam, di mana warga di sana juga melakukan penolakan, sebelum membawanya kembali ke Shubra Al-Baho.

Sumber keamanan mengatakan bahwa polisi mengusir kerumunan dengan menggunakan gas air mata dan menangkap 12 warga dengan tuduhan “provokasi” penolakan jenazah.

Baca Juga:

Lembaga fatwa Mesir, Dar al-Iftaa, mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu, menanggapi berbagai insiden penolakan warga terhadap pemakaman para korban virus Corona.

Mufti Besar Mesir, Dr. Syauqi Allam, mengatakan dalam pernyataannya, “haram mengikuti provokasi yang menyerukan penolakan terhadap pemakaman para martir virus Corona, karena tidak sesuai dengan ajaran agama, dengan nilai-nilai kemanusiaan, atau moral kita yang paling rendah sekalipun”.

Dia juga menambahkan, “yang meninggal dikarenakan virus Corona telah berjumpa dengan Allah SWT, ia dihukumi syahid sisi Allah SWT, karena rasa sakit, kelelahan, dan sabar merasakan semua penderitaan itu sampai berjumpa dengan-Nya”.

“Jika yang meninggal adalah para dokter yang menghadapi kematian setiap saat dan mengorbankan kenyamanan mereka, bahkan nyawa mereka demi keselamatan dan kelangsungan hidup orang lain, maka rasa terima kasih dan rasa hormat kepada mereka adalah tugas dan kewajiban,” tuturnya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: