Arab Saudi

Ketegangan Meningkat, Saudi Blokir Media Turki ‘Anadolu dan TRT’

Riyadh Arab Saudi memblokir akses ke platform dua outlet media resmi Turki, seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara lebih dari dua tahun lalu setelah pembunuhan seorang jurnalis Jamal Khashoggi.

Pemerintah Saudi dilaporkan memblokir situs berita resmi Turki, Anadolu dan TRT, setelah akun media sosial rezim-Saudi meluncurkan kampanye nyata di Twitter menyerukan pemblokiran media Turki, dan menuduhnya menyebarkan informasi yang salah tentang Riyadh.

Baca Juga:

Arab Saudi belum secara resmi Anadolu dan TRTmengumumkan pemblokiran, tetapi email yang diduga bocor dari Kementerian Informasi Saudi mengatakan situs web tersebut telah diblokir karena “melanggar peraturan kementerian.”

Aktivis media sosial menggambarkan langkah itu sebagai pelanggaran kebebasan pers dan ekspresi, dan ada kekhawatiran bahwa hal itu akan semakin memperburuk hubungan yang sudah tegang antara Riyadh dan Ankara setelah pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada tahun 2018.

Khashoggi adalah seorang kritikus Riyadh dan jurnalis Washington Post yang telah dibujuk ke konsulat Saudi. Dia secara luas diyakini telah dibunuh atas perintah langsung oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara pribadi memasuki pertempuran untuk menyebarkan informasi yang diperoleh Turki tentang pembunuhannya oleh agen-agen Saudi.

Baca Juga:

Turki juga melakukan penyelidikan sendiri setelah pihak berwenang Arab Saudi gagal memberikan penjelasan yang rasional atas hilangnya Khashoggi.

Baru-baru ini, jaksa penuntut Turki menuntut 20 tersangka atas pembunuhan Khashoggi. Di antara mereka adalah dua mantan pembantu utama MBS. Hubungan Turki dengan Arab Saudi juga tegang akibat embargo terhadap Qatar yang dipelopori oleh Riyadh. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: