NewsTicker

Perlawanan Irak Sebut Tawaran Dialog AS “Absurd”

Perlawanan Irak Sebut Tawaran Dialog AS Front Perlawanan Irak

Irak – Kelompok perlawanan Irak Kata’ib Sayyid al-Shuhada menolak proposal Amerika yang “absurd” untuk dialog strategis dengan pemerintah Baghdad, menekankan bahwa pasukan AS harus meninggalkan negara Arab itu berdasarkan keputusan yang telah diputuskan oleh parlemen Irak.

Dalam sebuah wawancara dengan Baghdad Today, juru bicara Kata’ib Sayyid al-Shuhada (Batalyon Sayyid al-Shuhada) Kadhim al-Fartousi, mengecam gagasan AS yang tidak bermakna untuk mengadakan dialog strategis dengan pemerintah Irak pada Juni 2020.

Baca Juga:

“Dialog semacam itu benar-benar tidak masuk akal, karena parlemen telah memilih pengusiran pasukan militer asing dari Irak,” tambahnya.

Juru bicara itu juga menepis spekulasi tentang kesepakatan antara Washington dan Baghdad tentang membiarkan pasukan AS di Irak selama dua tahun, dengan mengatakan, “Masih belum jelas apakah perjanjian seperti itu telah dibuat.”

Fartousi menekankan bahwa keputusan parlemen Irak tentang pengusiran pasukan Amerika adalah tindakan yang mengikat, menambahkan bahwa AS tidak punya pilihan selain menarik diri dari Irak dengan segera.

Menolak proposal “menggelikan” AS untuk negosiasi dengan Irak, ia berkata, “Dengan siapa dan apa yang harus kita negosiasikan sementara tidak ada keseimbangan kekuatan?”.

Komentarnya ini muncul setelah Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan pada 7 April bahwa AS akan mengadakan dialog strategis dengan Irak pada pertengahan Juni.

Baca Juga:

“Semua masalah strategis antara kedua negara kita akan menjadi agenda, termasuk kehadiran pasukan Amerika Serikat di masa depan di negara itu dan cara terbaik untuk mendukung Irak yang merdeka dan berdaulat,” kata Pompeo.

Pada awal Januari, parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang meminta pemerintah untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing di Irak dan memastikan mereka tidak menggunakan tanah, udara, dan perairan negara itu dengan alasan apapun.

Langkah itu dilakukan setelah pembunuhan Komandan Pasukan Quds Iran Letjen Qassem Soleimani, wakil kepala Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis, dan sejumlah tokoh lain dalam serangan udara AS di Baghdad.

Mereka dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak Amerika di dekat Bandara Internasional Baghdad pada dini hari 3 Januari. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: