Nasional

Surat “Pedas” Terbuka Niluh Djelantik Jawab Pernyataan Blunder Gubernur Bali Soal Video Viral Pesta Turis

Bali – Viral sebuah potongan video, puluhan WNA ini berpesta di sebuah villa yang berada ada di Jalan Pratu Rai Madra, Cemagi, Mengwi, Kecamatan Cemagi, Kabupaten Badung, tampak mereka di pinggir kolam renang sambil asyik mendengarkan musik diiringi disjoki (DJ). Video yang diunggah di akun Instagram @infobalitoday ini mendapat kecaman dari warganet.

Salah satunya tokoh perempuan asal Bali, Niluh Djelantik, bahkan dalam akun facebooknya dia mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh turis tersebut dan yang menjadi masalah adalah pernyataan Gubernur Bali di TVRI yang blunder, dia menyatakan bahwa acara pesta tersebut direkam bulan Maret lalu ini sebuah kejadian lama padahal pesta itu diadakan pada hari Minggu 12 April 2020.

Baca Juga:

Sebelumnya, Gubernur  Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Instruksi Gubernur dengan Nomor 8551 Tahun 2020 terkait penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali. Dalam poin kedua intruksi itu, pihaknya melakukan pembatasan kegiatan keramaian dan obyek wisata yakni dengan menutup operasional obyek wisata, operasional hiburan malam, meniadakan keramaian dan atau hiburan, termasuk tajen dan meniadakan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang.

Karena para turis ini seperti mengabaikan imbaun untuk menjaga jarak dan larangan berkerumun untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pernyataan Gubernur Bali mendapat jawaban yang cukup telak dari Niluh Djelantik, dan bahkan Niluh membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam akun fanpagenya, berikut isi surat terbukanya:

SALAM NASBEDAG BALI MENOLAK PUNAH

Kepada YTH.

Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Selamat pagi Pak. Saya berharap bapak sehat selalu. Bagaimana tidur bapak semalam ? Semoga nyenyak ya Pak. Pagi ini inbox dan telepon saya ramai oleh video dari TVRI menayangkan Pernyataan Gubernur Koster bahwa pesta bule di Desa Cemagi hari Minggu 12 April 2020 sebagai kejadian lama dan direkam bulan Maret lalu.

Ini saya atau pak gubernur yang sedang barhalusinasi.

Duh Pak. Yang bersangkutan. Pihak yang ada di dalam pesta tersebut menghubungi saya secara langsung menjelaskan kronologinya dan meminta maaf kepada masyarakat Bali. Kepala Desa Cemagi sudah turun ke lokasi dan berita sudah menjadi viral hingga tingkat nasional.

Bahkan saya pribadi menjadi sasaran caci maki dari para expat dan turis yang tidak terima kaumnya saya ekspose ke publik. Konsekuensi itu saya terima karena saya MENCINTAI BALI TANPA SYARAT. Kami menolak PUNAH.

Tak pernah berhenti kami berjuang. Dan kami tidak sendiri pak. Ada banyak rakyat Bali yang tak henti menyuarakan AJEG BALI demi menjaga tanah kelahirannya.

Baca Juga:

Mereka tebus itu dengan menutup usaha bahkan kehilangan pekerjaannya.

TRUS BAPAK ADA DIMANA?

Sebaiknya Gubernur Bali mengganti TIM KOMUNIKASI GUBERNUR agar berita yang dapat dikategorikan sebagai pembohongan publik seperti ini tidak lagi menjadi konsumsi masyarakat Bali yang sebagian sudah terpuruk kondisi ekonominya akibat dampak dari Covid-19.

Rakyat Bali berusaha sebaik mungkin mentaati aturan. Perusahaan, Hotel, Restaurant dan jenis usaha yang berkaitan langsung dengan masyarakat sudah banyak yang tutup sementara bahkan gulung tikar, berimbas kepada PHK dan kebijakan merumahkan karyawannya.

Bali sudah mati suri Pak. WAKE UP PLEASE!

Bali membutuhkan pemimpin yang proaktif dan tegas serta mengutamakan kepentingan Bali dan seisinya.

Anda itu gubernur. Bersikaplah seperti selayaknya pelayan Bali yang mengayomi Bali.

Panggung itu sudah rakyat persembahkan untuk bapak dan jajaran tim bapak. Mohon pergunakan sebaiknya bekerja dengan hati nurani. Dengan integritas. Dengan sepenuh hati. Demi kelangsungan masa depan generasi anak cucu kami.

Hentikan pencitraan tak bermutu seperti ini.

Saya dukung bapak bekerja untuk rakyat. Tapi tolong jangan lupa bawa nalar dan hati nurani bapak.

Salam NASBEDAG

Badung, 15 April 2020

NILUH DJELANTIK

Catatan : Saya mendapat kabar kalau bapak meralat ucapan bapak. Jadi Gubernur itu bebas ya Pak wkwkwkwkwk. Sekarang ngomong apa besok tinggal ralat saja. Oh ya bapak tahu, akibat pernyataan bapak di TVRI. Saya dianggap sebagai penyebar hoax dan kembali menjadi tumpahan caci maki bule yang merasa mendapat angin dari omongan bapak. Mereka bahkan menyuruh saya minta maaf.

Saya tidak akan menyerah. Saya akan terus memperjuangkan dan menyuarakan hak rakyat Bali. Sekalipun nyawa menjadi taruhannya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: