Turki Blokir Situs-situs Media Saudi-UEA

Turki Blokir Situs-situs Media Saudi-UEA
Foto Erdogan dan Raja Salman

Turki – Pihak berwenang Turki memblokir situs-situs berita Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada hari Minggu (19/04), beberapa hari setelah situs-situs penyiaran negara Turki dan kantor beritanya diblokir di Arab Saudi.

Langkah yang tampaknya merupakan langkah pembalasan itu dilakukan empat minggu setelah jaksa penuntut Turki mendakwa 20 orang Saudi atas pembunuhan jurnalis Jamal Kashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, sebuah pembunuhan yang merusak hubungan antara Ankara dan Riyadh.

Baca Juga:

Pengguna internet di Turki mencoba mengakses situs-situs kantor berita Saudi SPA, kantor berita WAM UEA dan lebih dari selusin situs lainnya dengan pesan yang mengatakan bahwa mereka diblokir di bawah undang-undang yang mengatur publikasi internet di Turki.

Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman Turki menolak untuk mengomentari tindakan tersebut dan kantor media pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Situs web Turki dari surat kabar Independent yang berbasis di Inggris, yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan Saudi, adalah salah satu situs yang diblokir pada hari Minggu, dalam sebuah langkah yang menurut editornya mencerminkan ketegangan politik antara Arab Saudi dan Turki.

Baca Juga:

“Kami percaya ketegangan antara Arab Saudi dan Turki tercermin pada kami,” kata editor Nevzat Cicek kepada Reuters. Keputusan hari Minggu itu tampaknya menjadi “pembalasan terhadap Arab Saudi”, katanya.

Arab Saudi telah memblokir akses ke beberapa situs web media Turki seminggu sebelumnya, termasuk penyiaran TRT dan Anadolu Agency milik negara. Warga di Uni Emirat Arab, sekutu dekat Arab Saudi, mengatakan situs web Turki itu masih dapat diakses pada hari Minggu.

Ketegangan antara Turki dan Arab Saudi meningkat tajam setelah agen-agen Saudi membunuh Khashoggi, seorang kritikus penguasa Arab Saudi Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.