NewsTicker

Surat Dakwaan Turki Ungkap Detil Mengerikan Pembunuhan Khashoggi

Surat Dakwaan Turki Ungkap Detil Mengerikan Pembunuhan Khashoggi Jamal Khashoggi

Turki – Sebuah dakwaan yang diajukan oleh kantor kejaksaan Istanbul Turki mengenai pembunuhan atas jurnalis pembangkang Saudi Jamal Khashoggi memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi yang ditutup-tutupi oleh rezim Saudi untuk menyembunyikan jejak mereka.

Surat dakwaan, yang diperoleh portal berita Middle East Eye (MEE) pada hari Senin (20/04) itu, berisi pernyataan para saksi yang menggambarkan pergerakan tim pembunuh Saudi, yang dikirim untuk membunuh Khashoggi di dalam konsulat kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Baca Juga:

Seorang teknisi lokal yang bekerja untuk konsulat Saudi mengatakan kepada penyelidik Turki bahwa ia melihat dua anggota regu pembunuh berada di taman kediaman konsul jenderal Saudi setelah pembunuhan itu.

Pekerja itu mencatat bahwa ia hanya diberitahu bahwa sekelompok insinyur datang untuk merenovasi kediaman itu, dan bahwa ia telah untuk membantu mereka.

Teknisi itu juga mengatakan bahwa ketika ia tiba di taman kediaman sang konsul, ia melihat beberapa orang berlarian, dengan beberapa keluar dari sebuah pondok dan yang lainnya meninggalkan dapur.

“Orang-orang ini menyuruh saya menyalakan tunggu. Saya menyadari bahwa mereka telah mencoba untuk menyalakannya tetapi tidak berhasil karena ventilasinya terhalang,” katanya. “Kemudian mereka meminta saya untuk membawa kayu ke tunggu dan salah satu dari mereka membantu saya membawa beberapa potong kayu.”

Baca Juga:

Pekerja itu mengatakan kepada polisi bahwa salah satu anggota tim ini, yang diduga adalah Saad H Alzahrani atau Saad al-Bostani, telah membantunya membawa kayu, dan bahwa salah satu orang yang ia lihat meninggalkan pondok itu adalah Mustafa Mohammed al-Madani atau Naif Hassan al-Arifi.

Dia menambahkan bahwa semua orang di situ terlihat sedang terburu-buru, dan bahwa ia diminta untuk segera meninggalkan taman.

“Marmer di sekitar tungku dibersihkan dengan asam nitrat atau pemutih, karena warnanya berbeda,” katanya.

Seorang saksi lain yang bekerja di sebuah restoran setempat mengatakan bahwa satu jam sebelum pembunuhan Khashoggi, dua orang, yang berbicara bahasa Arab dan Turki, telah membeli daging mentah dari toko mereka.

Khashoggi, kritikus yang vokal terhadap Putra Mahkota Saudi bin Salman memasuki konsulat Saudi untuk mendapatkan surat-surat guna kebutuhan pernikahaan dengan tunangannya, tetapi tidak pernah keluar dari gedung.

Nasibnya tidak diketahui selama beberapa minggu, sampai Arab Saudi di bawah tekanan internasional yang meningkat akhirnya mengakui bahwa ia telah dibunuh di dalam misi diplomatic mereka.

Kaset audio yang kemudian dibagikan pemerintah Turki kepada dunia memverifikasi bahwa Khashoggi telah terbunuh dan kemudian dipotong-potong oleh pembunuh bayaran Saudi. Namun, tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Baca Juga:

Wartawan pembangkang Saudi ini diyakini telah dibunuh atas perintah langsung putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman.

Menurut surat dakwaan itu, para operator Saudi berusaha menutupi jejak mereka melalui pembersihan secara seksama, dan pada saat penyelidik Turki memasuki konsulat Saudi, permukaan telah digosok bersih dan cat baru dapat terlihat di dinding.

Setelah pembunuhan itu, tambahnya, para pembunuh diketahui berkumpul di kediaman konsul jenderal Saudi di dekatnya.

Sebelumnya, sumber-sumber dengan pengetahuan tentang investigasi ini mengatakan kepada MEE bahwa tungku di kediaman itu mungkin telah digunakan untuk membantu membuang bagian-bagian tubuh Khashoggi.

Pada Februari 2019, sebuah laporan polisi mengatakan bahwa tungku itu bisa mencapai suhu hingga 1.000 derajat Celcius, yang “cukup untuk membakar semua bukti DNA tanpa jejak.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: