NewsTicker

AS Ajak Dunia Hukum Arab Saudi Karena Anjloknya Harga Minyak

WASHINGTON – Reaksi AS terhadap anjloknya harga minyak terus berlanjut, Senator Republik Jim Inhofe menuduh Arab Saudi sengaja menghancurkan pasar global dengan minyak, dan menghancurkan produsen gas dan minyak di negaranya.

Jim Inhofe juga menuntut agar Arab Saudi dihukum, karena tindakannya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan ekonomi Amerika.

Senator senior AS dari Oklahoma ini meminta administrasi Trump untuk menghukum atas “perilaku yang tidak dapat diterima” dengan pengenaan bea cukai pada bahan bakar yang diimpor dari Arab Saudi.

Dalam kontek terkait, Senator Republik Kevin Kramer menekankan untuk mencegah Arab Saudi dari perilakunya yang telah membanjiri pasar dengan minyak.

Baca:

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers hariannya, Senin (21/04/2020), menggambarkan penurunan tajam harga minyak adalah “krisis bersejarah”, tetapi berumur pendek, dan disebabkan oleh “tekanan keuangan”, serta menambahkan bahwa pemerintahannya akan mempertimbangkan penghentian pengiriman minyak dari Arab Saudi.

Dia juga mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan mengambil keuntungan dari kejatuhan historis harga minyak mentah dengan membeli 75 juta barel untuk mengisi cadangan minyak strategisnya dan meningkatkan tingkat penyimpanan dalam situasi darurat selama penurunan harga.

“Kami sedang mengisi cadangan minyak nasional, dan kami berharap dapat meningkatkannya untuk mencapai 75 juta barel untuk mengisi cadangan minyak,” ujarnya.

Trump tidak mengesampingkan bahwa ia memberikan tekanan besar pada Riyadh untuk menerapkan lebih banyak pemotongan daripada yang disetujui oleh produsen besar seperti Riyadh dan Moskow beberapa hari lalu.

Wabah virus Corona menyebabkan permintaan minyak turun sangat cepat sampai dunia kehabisan tempat penyimpanan barel minyak. Pada saat yang sama, Arab Saudi dan Rusia membanjiri pasar global dengan minyak dalam jumlah besar.

Analisis mengisyaratkan keruntuhan yang tajam ini, yang mencapai tahap negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah, dan menyinggung keinginan perusahaan energi untuk memasarkan cadangan minyaknya karena tidak mau menanggung kerugian yang disebbabkan oleh permintaan yang rendah.

BacaThe Guardian: Studi Ben Hubbard Soal Mohammed Bin Salman Penuh Detil Mengerikan

Turunnya harga kontrak berjangka minyak mentah AS di Texas Barat, pada Mei mendatang, melebihi ekspektasi para analis di pasar global, untuk harga per barel (kurang dari 37 dolar) pada penutupan hari Senin.

Dalam konteks terkait, para ahli menekankan perlunya menarik sebanyak mungkin minyak dari pasar untuk mendukung harga karena permintaan yang rendah dan kerusakan ekonomi yang disebabkan penyebaran virus Corona. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: