Analisa

The Guardian: Studi Ben Hubbard Soal Mohammed Bin Salman Penuh Detil Mengerikan

The Guardian: Studi Ben Hubbard Soal Mohammed Bin Salman Penuh Detil Mengerikan

Arab Saudi – Surat kabar Inggris, The Guardian, mengatakan pada Hari Selasa (21/04), bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan penulis Ben Hubbard terhadap putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, penuh dengan detail yang menakutkan.

Yang terakhir adalah penangkapan oleh bin Salman pada Maret lalu, yang merupakan pengingat lain dari kekejaman putra mahkota dalam meningkatkan ambisinya untuk berkuasa. Di antara para tahanan adalah paman dan sepupunya sang mantan putra mahkota.

Baca juga:

Laporan The Guardian itu menunjukkan bahwa perang yang sedang berlangsung di Yaman dimulai sejak bin Salman mengambil posisi Menteri Pertahanan, yang merupakan di antara peristiwa berita berkelanjutan lainnya, termasuk penculikan paksa Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, dan pembunuhan jurnalis Saudi Khashoggi di Kedutaan Riyadh di Turki.

Laporan itu mengatakan bahwa buku berjudul “Bangkitnya Bin Salman menuju Kekuasaan” yang ditulis oleh peneliti Hubbard ini berbicara tentang kehidupan Bin Salman. Penulis mengandalkan lusinan wawancara dengan sejumlah pangeran yang dulunya ditangkap atas perintah Putra Mahkota dan dipenjara di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh.

Peneliti itu juga mengabdikan bab lain seperti kunjungan tiga minggu Bin Salman ke Amerika pada tahun 2018, di mana ia bertemu dengan manajer Amazon, Jeff Bezos, dan mengirim pesan-pesan yang sangat positif untuk Israel, yang menimbulkan kemarahan Palestina.

Ini mendorong Amerika yang mendukung visi sang Putra Mahkota tentang perubahan, untuk menutup mata terhadap segala tindakan seraampangannya.

Baca Juga:

Laporan itu juga menunjukkan bahwa Saud Al-Qahtani, kepala Pengadilan Putra Mahkota dan kepala Kelompok Intervensi Cepat yang brutal, adalah dalang kampanye panggilan telepon pengawasan, hingga pembunuhan Khashoggi, serta pengiriman tautan-tautan yang digunakan untuk meretas Jeff Bezos si manajer Amazon, serta peneliti Hubbard sendiri.

Dalam buku itu, Hubbard mengakui perubahan sosial yang signifikan, termasuk pengenalan jenis hiburan barat, acara olahraga dan pariwisata, dan menangani pendirian keagamaan konservatif. Tapi dia mempertanyakan dampak keseluruhannya. Putra mahkota mungkin secara sosial liberal tetapi ia beroperasi atas dasar otokratis. Perempuan memang bisa mengemudi sekarang, tetapi aktivis dari jenis kelamin itu masih dikenakan penangkapan dan penyiksaan sewenang-wenang.

Baca Juga:

“Monarki absolut pada dasarnya adalah demokrasi satu, dan MBS mendapat suara ayahnya, satu-satunya yang penting,” tulisnya. Terkecuali muncul perkembangan yang tidak terduga, maka putranya (Salman berusia 84 dan dalam kondisi kesehatan yang buruk), cepat atau lambat, akan naik takhta. Akan mengejutkan jika putra mahkota bisa menjadi lebih baik jika kita melihat sejarah di masa lalunya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: