NewsTicker

Tak Diberi Bantuan Medis, Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel

Palestina – Seorang tahanan Palestina berusia 23 tahun dari Ramallah meninggal di penjara Negev Israel pada Rabu (22/04) setelah penundaan pemberian bantuan medis, menurut kantor berita Wafa.

Jaber Al-Barghouthi jatuh pingsan ketika berada di kamar mandi dan administrasi penjara membutuhkan lebih dari setengah jam untuk memberikan bantuan medis, dan itupun hanya setelah rekan-rekan tahanannya mulai berteriak dan menjerit meminta bantuan.

Menurut konfirmasi Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), Tahanan itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Baca: Virus Corona Masuk Penjara Israel, Tahanan Palestina Terancam Covid-19

PPS mengatakan pihaknya menuntut Layanan Penjara Israel (IPS) bertanggung jawab atas kematian Al-Baghouthi, menuduh pendudukan sengaja menghentikan tanggapan medisnya.

Ia menambahkan bahwa tahanan dari kota Aboud, barat laut kota Ramallah di pusat Tepi Barat, diculik oleh pasukan pendudukan empat tahun lalu dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Pada saat kematiannya, ia telah menjalani empat tahun hukumannya di penjara Negev Israel, yang terletak di wilayah yang dianggap Israel sebagai “zona militer” di selatan Gurun Negev di dekat perbatasan Mesir.

Baca: Israel Siksa Tahanan Palestina Secara Brutal

Kepala Komite Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, Qadri Abu Bakar, menuntut Israel atas beberapa pelanggaran hak-hak tahanan Palestina.

Ia mengatakan bahwa selain penyiksaan yang digunakan selama interogasi Israel terhadap warga Palestina, para tahanan juga tidak mendapat perhatian medis profesional di penjara-penjara Israel.

Al-Barghouthi adalah warga Palestina ke-273 yang tewas di penjara-penjara Israel sejak pendudukan Israel tahun 1967 di Yerusalem Timur. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: