NewsTicker

Aktivis: Kini Wilayah Udara Yaman Benar-benar Tak Aman bagi Musuh

Yaman – Seorang aktivis senior hak asasi manusia Yaman mengatakan bahwa negaranya telah membuat kemajuan besar dalam industri pertahanan udara sehingga wilayah udara negara itu sekarang benar-benar tidak aman untuk pesawat musuh.

Dalam sebuah wawancara dengan Tasnim, Seyyed Sadiq al-Sharafi mengatakan bahwa pasukan Yaman telah mengembangkan drone yang membawa senjata pintar dan dapat mengenai sasaran dengan akurasi tepat.

Ia menambahkan bahwa gerakan Houthi Ansarullah dan pasukan dari komite populer Yaman telah mengembangkan sistem rudal pertahanan udara canggih dan berhasil mengubah arah perang yang dipaksakan oleh koalisi militer pimpinan Saudi.

Baca: Yaman Sambut Ramadan di Tengah Perang, Kelaparan, Banjir, Penyakit Musiman dan COVID-19

“Wilayah udara Yaman tidak aman untuk jet tempur dan drone musuh, karena sejumlah besar pesawat itu telah ditembak jatuh sejauh ini.”

Aktivis media itu juga menyoroti keberhasilan pasukan Yaman dalam mencapai target di Arab Saudi, mengatakan bahwa serangan-serangan mereka itu mengungkap kelemahan rezim proksi AS itu yang tidak mampu mempertahankan diri.

“Serangan-serangan itu juga menunjukkan sejauh mana pasukan Yaman telah membuat kemajuan dan memperoleh teknologi baru,” tambah Sharafi.

Baca: Dewan Politik Tertinggi Yaman Tolak Semua Perjanjian Tak Realistis dengan Koalisi Saudi

Ia juga mencatat bahwa Arab Saudi berusaha menyembunyikan kelemahannya dan bersikap kasar, sementara itu memohon warga Yaman dalam negosiasi rahasia untuk menerima seorang mediator.

“Orang Saudi ingin keluar dari situasi saat ini, tetapi mereka mengusulkan syarat yang tidak dapat diterima mempertimbangkan status quo. Saudi berupaya mengakhiri perang di wilayah dan medan perang tertentu dengan membuat konsesi, tetapi satu-satunya cara untuk mengakhiri perang adalah mengakhiri blokade atas Yaman, dan penarikan penuh pasukan militer Saudi dan Emirat dari Yaman,” katanya menggarisbawahi.

Koalisi Saudi menyerang Yaman pada tahun 2015. Sejak itu, ratusan ribu warga Yaman telah tewas. Negara termiskin di semenanjung Arab itu juga menderita krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena blokade yang dipaksakan dan penargetan berbagai fasilitas penting termasuk fasilitas kesehatan, air bersih di seluruh negeri dengan serangan udara. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: