Pakar Militer: AS Siapkan Plot Pecah Belah Hashd Al-Shaabi

Irak – Seorang pakar militer terkemuka memperingatkan bahwa Washington sedang menerapkan rencana di provinsi al-Anbar Barat untuk menggantikan Hashd al-Shaabi (pasukan populer) dengan tentaranya sendiri dengan tujuan menciptakan kesenjangan agama diantara pasukan PMU itu.

Safa al-A’asam mengatakan kepada situs web berita berbahasa Arab al-Ma’aloumeh pada hari Minggu (26/04) bahwa sebuah rencana sedang dilaksanakan oleh AS bekerja sama dengan beberapa pihak politik di Irak agar pasukan Hashd al-Shaabi menarik diri dari al-Qa ‘em dan wilayah-wilayah lain dari al-Anbar Barat untuk nantinya digantikan dengan pasukan Amerika di wilayah-wilayah itu.

“Tuntutan untuk penarikan pasukan Hashd al-Shaabi dari al-Qa’em dan Barat al-Anbar bertujuan untuk menciptakan kesenjangan agama di antara pasukan Hashd al-Shaabi karena mencakup lebih dari 16 resimen Sunni yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Baca: Hashd Al-Shaabi Kecam AS: Kami Takkan Biarkan Amerika Hina Bangsa Irak

“Rencana politik saat ini memerlukan pengerahan pasukan AS di al-Qa’em dan daerah-daerah yang berdekatan dengan dalih kerentanan keamanan dan kemungkinan serangan ISIS setelah mundurnya Hashd al-Shaabi,” ujar al-Aasas memperingatkan.

Sumber-sumber keamanan di Irak mengatakan pekan lalu bahwa jet tempur AS telah melakukan penerbangan reguler ke dua provinsi Babel dan al-Anbar untuk memata-matai Hashd al-Shaabi.

Sumber informasi yang tak mau disebutkan namanya itu juga mengatakan kepada situs berita berbahasa Arab al-Ma’aloumeh pada hari Minggu bahwa jet-jet tempur AS juga telah melakukan operasi pengintaian atas markas Hashd al-Shaabi di wilayah Jarf al-Nasr di bagian selatan Faloujeh, provinsi Babel Utara, dan daerah lain di dekat provinsi al-Anbar serta wilayah al-Razazah menuju Karbala.

Baca: Jet Tempur Misterius Serang Perbatasan Irak-Suriah, 18 Anggota Hashd al-Shaabi Tewas

Ia mengatakan bahwa pasukan Hashd al-Shaabi telah mengadopsi langkah-langkah keamanan yang kuat di semua pangkalan mereka untuk mempersiapkan kemungkinan serangan mendadak oleh AS.

Awal April, Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), yang lebih dikenal dengan nama Arab mereka Hashd al-Shaabi, dalam sebuah pernyataan mengecam pasukan AS yang berbasis di negara mereka sebagai “penjajah”, berjanji untuk mengusir para penjajah dari negara Arab itu. (ARN)

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: