NewsTicker

Rudi S Kamri: Kala Sitti Hikmawatty Ditendang Sperma yang Berpetualang di Kolam Renang

Sitti Hikmawatty Dipecat

Jakarta – Pegiat medsos Rudi S Kamri dalam akun Facebooknya menjelaskan kenapa Sitti Hikmawatty dipecat dengan tidak hormar oleh presiden Jokowi dari jabatannya di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sitti Hikmawatty komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya tidak berdaya menyerah kalah setelah Keputusan Presiden tentang pemecatan dirinya turun. Sitti Hikmawatty dicopot melalui Keputusan Presiden Nomor 43/P Tahun 2020.

Baca Juga:

Bunyi klausul pertama keppres tersebut, “MEMBERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT Dr. Sitti Hikmawatty, S.ST., M.Pd. sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Periode Tahun 2017-2022.” Maka berakhir sudah kengeyelan Sitti di media selama ini yang merasa tidak bersalah.

Sebetulnya Sitti Hikmawatty bukan dipecat karena permintaan Presiden Jokowi. Tapi merupakan hasil keputusan dari sidang Dewan Etik KPAI yang dipimpin I Dewa Gede Palguna. Dari keputusan tersebut, kemudian Ketua KPAI mengajukan usulan pemberhentian kepada Presiden. Demikian alur birokrasi dan aturannya. Mudah-mudahan hal ini tidak diplintir oleh kaum oposisi.

Sitti memang penuh kontroversi. Mulai membabat habis benih pebulutangkis Indonesia melalui penghentian program pencarian bakat muda di PB Djarum sampai narasi sperma yang kuat di kolam renang bisa berpotensi membuat kehamilan. Ujaran kontroversial yang terakhir inilah menuai badai yang berbalik menghantam dirinya. Selain dianggap mempermalukan KPAI, ujaran konyolnya sempat menjadi tertawaan publik dunia. Indonesia telah dibuat malu oleh Sitti.

Sitti Hikmawatty yang lahir di Cimahi, Oktober 1970 harus mulai belajar rendah hati dan bisa mengambil hikmah atas narasi yang disuarakan secara gegabah. Pepatah “mulutmu harimaumu” harus dicerna dengan baik oleh perempuan yang pernah menjadi calon anggota legislatif dengan bendera Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Baca Juga:

Gelar akademik yang berderet-deret tidak ada artinya kalau tidak dibarengi dengan sikap tawadhu, sikap bijaksana dan nurani yang bersih. Catatan kelam “diberhentikan tidak dengan hormat” harusnya menjadi pembelajaran yang penting bagi Sitti di kemudian hari.

Sitti Hikmawatty harus belajar legowo. Jangan malah mencari-cari pembenaran atas kelakuan dan kesalahannya. Jangan pula langsung menempatkan diri menjadi sosok yang terdzolimi. Karena sejatinya Sitti secara tidak sadar telah mendzolimi dirinya sendiri.

Bersikap runduk hati dan terima nasib dengan lapang dada saja, Teh Sitti. Sembari melakukan introspeksi diri dan mencari hikmah di sela-sela keperihan hati. Jangan langsung teriak garang mencaci maki seperti oposisi, karena kami yang merupakan pendukung utama NKRI teduh dan damai akan gigih bangkit menghabisi.

Akibat narasi sperma yang berpetualang di kolam renang memang garang. Dan ini yang membuat Sitti Hikmawatty tertendang dan terjengkang. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: