Amerika

Zarif-Lavrov Kompak Kecam Upaya Delusional Pompeo Perpanjang Embargo Senjata atas Iran

Zarif-Lavrov Kompak Kecam Upaya Delusional Pompeo Perpanjang Embargo Senjata atas Iran

Amerika Serikat – Diplomat top Iran dan Rusia kompak menolak upaya rekan AS mereka untuk mendesak perpanjangan embargo senjata PBB terhadap Republik Islam Iran dengan menggunakan proses yang digariskan dalam perjanjian nuklir 2015 yang telah ditinggalkan oleh Washington.

IRNA dalam laporannya menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dari Iran dan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov, mengecam skema anti-Iran terbaru Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai “delusional” dan “tidak praktis” dalam percakapan telepon pada hari Selasa (28/04).

Baca Juga:

Kedua menteri bereaksi terhadap laporan oleh The New York Times pada hari Senin yang menyebut Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam upaya untuk memperpanjang embargo senjata PBB yang diberlakukan terhadap Iran sejak 2006/2007 atau membuat badan dunia memberi sanksi lebih keras terhadap Iran, bersiap untuk mengajukan dasar argumen bahwa mereka masih anggota perjanjian nuklir 2015, padahal perjanjian itu telah ditinggalkan Washington pada tahun 2018.

AS kemungkinan akan menghadapi pertempuran keras di Dewan Keamanan PBB, di mana Rusia dan China yang memiliki hak veto diperkirakan menentang embargo senjata ini.

Laporan Times mengatakan tawaran Pompeo kemungkinan akan ditantang oleh banyak sekutu Washington di Eropa juga, karena Amerika tidak lagi menjadi pihak dalam kesepakatan yang secara resmi dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action.

Dalam reaksi awal mereka terhadap laporan itu, Zarif dan pejabat Rusia mengingatkan AS bahwa mereka tidak lagi dianggap sebagai penandatangan kesepakatan Iran.

Baca Juga:

Dalam percakapan telepon itu, Zarif dan Lavrov juga bertukar pandangan tentang isu-isu lain yang penting secara regional dan internasional, termasuk proses perdamaian Afghanistan dan pandemi virus corona yang mengganggu komunitas dunia.

Pada gilirannya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengeluarkan pernyataan yang dibawa oleh kantor berita TASS, mengatakan kedua menteri telah bertukar pandangan tentang cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi penyebaran virus, selain topik-topik lainnya.

“Mereka secara menyeluruh membahas masalah-masalah global yang mendesak, dengan fokus pada perkembangan di Afghanistan dan situasi seputar Rencana Aksi Komprehensif Gabungan untuk program nuklir Iran,” kata kementerian itu lebih lanjut.

Dalam sebuah panggilan telepon awal bulan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, telah menekankan perlunya kerja sama yang lebih dekat antara Tehran-Moskow dalam upaya mengendalikan virus mematikan itu. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.780 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.003.104 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: