NewsTicker

PBB Khawatirkan Deklarasi Pemerintahan Separatis di Yaman Selatan

PBB Khawatirkan Deklarasi Pemerintahan Separatis di Yaman Selatan Kondisi di Yaman

Yaman – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyatakan keprihatinan mendalam tentang deklarasi pemerintahan sendiri di selatan Yaman oleh separatis dukungan Uni Emirat Arab (UEA), menegaskan kembali komitmen kuat badan dunia itu terhadap “persatuan dan kedaulatan Yaman”.

Pada hari Minggu, Southern Transitional Council (STC), organisasi separatis yang didukung UEA, menyatakan “aturan darurat” di provinsi selatan Yaman itu.

Baca Juga:

Kelompok separatis ini, yang pernah menjadi bagian dari koalisi militer pimpinan Saudi melawan Yaman dan setia kepada mantan presiden Arab Abd Rabbuh Mansur Hadi, memutuskan hubungan dengan militan dukungan Saudi di Yaman dan menuduh Hadi melakukan korupsi dan salah urus pemerintahan.

Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang terdiri dari sejumlah sekutu dengan UEA sebagai sekutu terkuat, menyerbu Yaman pada Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan kepada Hadi, yang telah melarikan diri ke Riyadh sebelumnya di tengah kebangkitan rakyat.

Perang itu telah menewaskan ratusan ribu warga Yaman dan mendorong seluruh negara di ambang ambang kelaparan.

Pada hari Rabu (29/04), anggota DK PBB mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mereka bahwa tindakan STC “dapat mengalihkan perhatian dari upaya Utusan Khusus [PBB] Martin Griffiths untuk mengamankan gencatan senjata nasional, langkah-langkah pembangunan kepercayaan, dan memulai kembali kepemimpinan Yaman yang dipilih melalui proses politik inklusif”.

Baca Juga:

Mereka juga mendesak rezim Hadi dan gerakan Houthi yang telah membantu mendirikan pemerintahan baru setelah pelarian Hadi, untuk “memperkuat keterlibatan mereka dengan maksud untuk mencapai kesepakatan dari proposal Utusan Khusus PBB, sesegera mungkin”.

DK PBB juga meminta STC untuk mempercepat implementasi perjanjian yang ditandatangani oleh separatis dukungan UEA dan rezim Hadi yang diploklamirkan dari Riyadh November lalu dengan tujuan untuk membawa rekonsiliasi antara kedua pihak.

Kesepakatan itu muncul setelah separatis mengambil alih Aden, kota yang pernah dinyatakan oleh Hadi sebagai “ibukota sementara” rezimnya di Yaman, dan membuka babak baru bentrokan berdarah selama berbulan-bulan antara kedua pihak.

STC didirikan pada tahun 2017 dan sejak itu telah menerima dukungan penuh dari UEA, sebagian besar karena keinginan Abu Dhabi untuk melakukan kontrol atas pelabuhan Yaman selatan dan melalui pelabuhan itu, menguasai rute maritim di sekitar Semenanjung Arab. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: