NewsTicker

Amerika dan Prancis Rebutan Beli Masker Buatan China

Prancis – Merebaknya kasus COVID-19 di seluruh dunia rupanya juga membuat beberapa negara besar saling sikut dalam memenuhi kebutuhan medis mereka. AS dilaporkan telah membeli satu pesawat penuh masker buatan China yang sedianya akan diterbangkan ke Prancis.

“AS membeli satu pesawat penuh masker wajah buatan China di landasan, tepat saat pesawat pengangkut alat pelindung yang sangat dibutuhkan itu akan berangkat ke Prancis,” kata pejabat Prancis kepada RT, Rabu (01/04).

Menghadapi kekurangan peralatan pelindung di tengah wabah virus corona, Perancis telah beralih ke Cina untuk mendapatkan masker wajah yang sangat dibutuhkan.

Baca Juga:

Setelah legislatif Prancis mengadopsi undang-undang tentang situasi medis saat ini, pemerintah daerah bisa memesan peralatan itu dari China, dengan pembayaran di muka.

Renaud Muselier Kepala wilayah tenggara Provisi Alpes-Côte yang diwawancara RT mengatakan bahwa daerahnya bersama dengan daerah-daerah lain telah memesan sekitar 60 juta masker ke China.

“Masker-masker itu telah selesai diproduksi dan berada di China. Ada masalah dengan pengiriman mereka, “kata Muselier, menambahkan bahwa pengangkutan itu dijadwalkan tiba di Prancis pada Kamis malam.

“Tapi Negara ini tiba-tiba mengalami masalah logistik yang tak terduga dan persaingan tidak ramah dari AS,” ujar Muselier mengungkapkan.

Baca Juga:

“Hari ini, di pagi hari di China, Amerika membeli pesanan Prancis itu dengan uang tunai tepat di landasan. Pesawat yang seharusnya menuju Prancis justru berangkat ke AS setelah itu.

“Pihak berwenang setempat sekarang harus bertindak tegas pada perusahaan logistik utama itu,” kata Muselier, menambahkan bahwa ini untuk memastikan muatan berikutnya tidak dibatalkan atau dibeli pihak lain lagi. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa sekarang pengiriman diperkirakan tiba akhir minggu ini.

Harian Prancis Liberation juga membuat laporan yang menunjukkan bahwa Amerika saat ini sedang berusaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin masker yang tersedia, tidak perduli bahkan jika itu mengganggu pengiriman ke negara lain.

Baca Juga:

“Mereka mau membayar dua kali lipat dan denga uang tunai, bahkan sebelum melihat barang-barang itu,” kata seorang sumber anonim kepada surat kabar tersebut.

AS sejauh ini merupakan negara yang terkena dampak pandemi terburuk di dunia dengan jumlah penderita infeksi virus corona dengan cepat melewati angka 200.000 dan jumlah kematiannya melebihi 4.100. Prancis juga sangat terpukul oleh wabah itu, dengan lebih dari 50.000 kasus terdaftar dan sekitar 4.000 meninggal dunia. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: