NewsTicker

Analis: Agresi Saudi ke Yaman Mempermalukan MbS

Analis: Agresi Saudi ke Yaman Mempermalukan MbS Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman

Yaman – Seorang komentator politik AS menegaskan bahwa alasan utama rezim Saudi melancarkan agresi ke Yaman adalah untuk mendapatkan dominasi atas wilayah Asia Barat, menambahkan bahwa perang kerajaan di negara miskin itu berubah menjadi sesuatu yang “memalukan” bagi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Brian Downing, seorang analis keamanan nasional independen dari Florida, membuat pernyataan itu dalam edisi Kamis program Press TV, The Debate, ketika mengomentari perang Saudi di Yaman dan gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Baca Juga:

Pada Rabu malam, koalisi menyatakan pihaknya menghentikan operasi militer di Yaman untuk mendukung upaya PBB mengakhiri perang lima tahun, yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebarkan kelaparan dan penyakit.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, mengklaim bahwa langkah itu dilakukan sebagai bagian untuk menghindari kemungkinan wabah virus corona baru di Yaman. Namun, tak lama setelah pengumuman, pesawat tempur koalisi justru menghantam beberapa posisi di berbagai wilayah Yaman, termasuk Sa’ada, Amran, dan al-Bayda.

Sebelum serangan udara, gerakan Yaman Houthi Ansarullah telah menyangsikan pengumuman gencatan senjata Saudi, menggambarkannya sebagai kesempatan bagi Riyadh untuk keluar dari rawa-rawa perang dengan tidak terlalu kehilangan muka

“Saudi ingin mendominasi kawasan, mereka ingin mengendalikannya, mereka ingin seluruh Yaman menjadi semacam provinsi yang setia (dibawah Saudi), bukan hanya di selatan tetapi di utara juga,” kata Downing kepada Press TV, Kamis (09/04).

Baca Juga:

“Saudi mungkin tidak akan mencapai apa yang dulunya mereka katakan bisa (dicapai). Ini mungkin sesuatu yang memalukan bagi Mohammed bin Salman, dia gagal di Suriah dan gagal dengan apa yang sedang terjadi di Irak, “tambahnya.

Hamza Shaiban, presiden Komunitas Yaman dari Ottawa, yang merupakan panelis lain yang diundang ke program The Debate, setuju dengan Press TV bahwa gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi Saudi adalah lebih ke sebuah aksi publisitas dan bukan tindakan untuk mengendalikan epidemi mematikan.

“Saudi tidak bisa mengklaim bahwa mereka peduli dengan rakyat Yaman atau mengklaim bahwa mereka berusaha membantu manusia untuk memerangi virus corona jika mereka mengumumkan gencatan senjata dua minggu. Sebenarnya, mereka seharusnya tidak memulai perang brutal ini lima tahun yang lalu dan membunuh lebih dari 230.000 orang,” kata Shaiban.

“Gencatan senjata baru-baru ini hanyalah untuk (kepentingan) Saudi dengan tujuan utamanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa PBB peduli dengan bangsa Yaman seperti yang selalu mereka klaim dan mereka juga merasa bahwa mereka sedikit di bawah tekanan dan mereka merasa bahwa mereka harus mengambil sebuah langkah,” tegasnya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: