NewsTicker

Aramco Saudi Kembali Tunda Pengumuman Harga Minyak Ditengah Perselisihan dengan Rusia

Arab Saudi – Bloomberg dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, akhir pekan ini, memutuskan untuk menunda pengumuman harga jual minyak resmi untuk bulan Mei.

Sumber itu mengklaim bahwa tanggal untuk pengumuman baru belum ditetapkan, dan bahwa hal itu mungkin dilaksanakan pada hari Selasa atau Kamis, sebagai sinyal bahwa Aramco akan menunggu hasil pertemuan OPEC + mendatang.

Baca Juga:

Bloomberg juga melaporkan bahwa penundaan tersebut adalah penundaan untuk “bulan kedua berturut-turut pengumuman penetapan harga utama di luar batas waktu biasanya yaitu pada tanggal 5 di bulan tersebut”.

Pada awal Maret, harga minyak global turun tajam setelah anggota OPEC + gagal untuk mencapai kesepakatan tentang pengurangan produksi di tengah krisis COVID-19 yang mengakibatkan penurunan global dalam kegiatan ekonomi.

Langkah itu, yang diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 14 juta barel per hari ekspor minyak regional, terjadi setelah OPEC dan Rusia dilaporkan menunda pertemuan mereka pada Hari Senin untuk membahas pengurangan pasokan untuk 9 April.

Keputusan itu menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan harapan bahwa selama pertemuan itu, Rusia dan Arab Saudi akan berhasil menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri pertengkaran harga yang telah terjadi sejak bulan lalu.

Baca Juga:

Merujuk Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Trump mengatakan dalam pertemuannya dengan para eksekutif minyak AS pada hari Jumat bahwa ia berpikir “Presiden [Rusia] Putin dan putra mahkota sangat menginginkan sesuatu terjadi.”

Pernyataan itu muncul setelah harga minyak AS naik sekitar 25 persen pada hari Kamis setelah cuitan Trump dimana ia memperkirakan Arab Saudi dan Rusia setuju untuk memangkas produksi antara 10 juta dan 15 juta barel per hari.

Harga minyak turun drastis awal bulan lalu, setelah anggota OPEC + gagal mencapai kesepakatan tentang pengurangan produksi di tengah krisis virus corona.

Rusia menyerukan untuk meninggalkan pengurangan produksi pada tingkat yang sebelumnya disepakati, sementara Arab Saudi dan sekutunya menyarankan agar pemotongan tambahan dilakukan, namun kemudian Kementerian Energi Saudi memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi harian Kerajaan menjadi 13 juta barel minyak dari level 12 juta barel sebelumnya.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan pada saat itu bahwa runtuhnya perjanjian OPEC + tidak terjadi atas inisiatif Moskow. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: