NewsTicker

Azzam M Izzulhaq Sebar Provokasi Bahaya Anti Pemerintah Disaat Wabah Corona

Azzam M Izzulhaq Sebar Provokasi Bahaya Anti Pemerintah Disaat Wabah Corona Azzam M Izzulhaq Sebar Provokasi Bahaya Anti Pemerintah Disaat Wabah Corona

Surabaya – Cuitan akun Twitter @AzzamIzzulhaq pada tanggal 30 Maret 2020:

“Mau pakai istilah serumit apa pun. Mau pakai pidato seheroik apapun. Kesimpulannya tetap: “Negara tidak maumengeluarkan anggaran untuk membantu rakyatnya”. Terimakasih. Semoga Allah membinasakan kalian secepatnya. Amin”.

Sebuah cuitan yang tidak pantas diucapkan disaat negara menghadapi wabah Virus Corona, bahasa yang sangat menghina dan bahkan sebuah provokasi keji yang ditujukan kepada pemerintah.

Menurut pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun fanpage Facebooknya, Saya heran melihat kelakuan gerombolan pembenci, makin lama bukannya sadar tapi makin edyan.

Baca Juga:

Negara sudah menyiapkan dana sebesar 405 Triliun, untuk membantu ekonomi rakyat kecil ditengah wabah pandemi covid-19. Tapi kok masih saja ada yang nyinyir?

Selama pandemi Covid-19, negara juga gratiskan listrik selama tiga bulan, khusus bagi pelanggan 450 VA. Sedangkan bagi pelanggan 900 VA mendapat diskon 50 persen. Tapi kenapa masih banyak yang nyinyir?

Coba perhatikan, para germbolan pembenci bahkan memerintah Tuhan untuk membinasakan orang yang bersebragan dengan pandangan mereka. Seakan Tuhan dijadikan ‘bawahan’ yang bisa seenaknya diperintah untuk menuruti nafsu mereka. Edyann tenan.

Itulah kenapa saya bersyukur tidak bersama pada barisan mereka, karena di barisan saya saat ini tetap menganggap Tuhan sebagai dzat yang maha kuasa dan tahu segala urusan di muka bumi. Tuhan bukan untuk diperintah seperti seenak jidat mereka.

Sedikit cerita, Nabi pernah disuruh mendoakan yang buruk oleh para sahabat, tapi Nabi selalu menolak.

Baca Juga:

Saat itu Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya sedang melewati kaum Tsaqif, ada seorang sahabat yang meminta Nabi Muhammad SAW berdoa agar kaum Tsaqif mendapatkan laknat dari Allah SWT. Namun, Nabi Muhammad SAW menolak. Nabi Muhammad SAW justru mendoakan kaum Tsaqif agar mendapatkan hidayah dari Allah SAW.

Nabi Muhammad SAW juga mendoakan kaum Dus, agar mendapatkan hidayah ketika beliau diminta salah seorang sahabat untuk melaknat mereka.

Hal yang sama juga dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika usai Perang Uhud. Sebuah peperangan yang berat bagi pasukan umat Islam karena mereka kalah. Akibatnya, sebagian sahabat meminta agar Nabi Muhammad SAW melaknat kaum Quraisy. Namun lagi-lagi Nabi menolaknya.

“Sesungguhnya saya diutus dengan membawa kasih sayang. Saya tidak diutus sebagai tukang melaknat. Ya Allah ampunilah kaumku karena mereka tidak mengetahui,” jawab Nabi Muhammad SAW.

Jadi, sampai sini sudah paham?

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: