NewsTicker

Ditengah Blokade Israel, Kasus Baru Covid-19 Terus Bertambah di Jalur Gaza

Ditengah Blokade Israel, Kasus Baru Covid-19 Terus Bertambah di Jalur Gaza Ditengah Blokade Israel, Kasus Baru Covid-19 Terus Bertambah di Jalur Gaza

Palestina – Populasi Gaza berada pada risiko yang luar biasa di tengah pandemi virus Corona sebagai akibat dari kebijakan tidak manusiawi Israel sejak 2007. Sistem kesehatan di daerah yang diblokade itu telah mengalami kekurangan parah dalam obat-obatan dan pasokan rumah sakit.

Setelah dihantam oleh tiga perang Israel dan blokade yang melumpuhkan, Jalur Gaza kini harus menghadapi kemungkinan terburuk menyusul penemuan lebih banyak kasus COVID-19. Pada hari Senin, seorang warga Palestina lain telah dites positif sehingga jumlah kasus COVID-19 menjadi 10.

Baca Juga:

Kabar buruk dari kasus virus corona ini datang di tengah kekurangan obat-obatan dan persediaan rumah sakit. Kasus pertama infeksi virus corona yang dikonfirmasi di Jalur Gaza penduduk padat itu terjadi pada 22 Maret.

Palestina mengumumkan keadaan darurat awal bulan ini terkait merebaknya virus corona yang menyebabkan karantina di beberapa kota dan desa di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menurut para ahli kesehatan ada indikasi bahwa setiap orang yang terinfeksi kemungkinan akan menginfeksi setidaknya dua orang lainnya.

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona, universitas dan sekolah telah ditutup, pertemuan dilarang sementara orang yang kembali ke wilayah miskin itu diisolasi dan dimonitor secara ketat. Namun para ahli mengatakan tidak jelas seberapa sukses pihak berwenang di Gaza dapat menegakkan isolasi di salah satu daerah berpenduduk paling padat di dunia itu.

Baca Juga:

Selama bertahun-tahun, rezim Israel secara sistematis melumpuhkan sistem kesehatan di Gaza. Para pejabat kesehatan menyerukan pencabutan penuh blokade untuk membantu memerangi penyebaran virus Corona.

Sebelumnya pada Hari Kamis, Tentara Israel menghancurkan sebuah klinik darurat khusus untuk menangani pasien Covid-19 di sebuah desa Palestina di Lembah Jordan utara.

Laporan dari badan HAM, Btselem, mengatakan bahwa petugas dari Administrasi Sipil Israel memasuki desa Khirbet Ibziq pada Kamis pagi dengan membawa buldoser dan dua truk dengan mesin derek. Dengan peralatan berat itu, mereka menghancurkan klinik dan perumahan darurat milik komunitas setempat. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: