NewsTicker

Jubir Ansharullah: Gencatan Senjata Saudi Hanyalah Taktik

Jubir Ansharullah: Gencatan Senjata Saudi Hanyalah Taktik Jubir Ansharullah Yaman

Yaman – Juru bicara gerakan Houthi Ansarullah Yaman, Mohammed Abdul-Salam, menyatakan bahwa gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi pimpinan Saudi hanyalah taktik karena kerajaan itu secara terang-terangan masih terus melancarkan serangan militer berdarah terhadap negara miskin itu.

“Pengumuman gencatan senjata oleh Arab Saudi hanyalah taktik karena mereka terus melancarkan serangan demi serangan ke Yaman, dan melakukan operasi di berbagai bidang, termasuk daerah di mana tidak ada bentrokan sama sekali,” kata Abdul-Salam dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Qatar jaringan berita televisi al-Jazeera berbasis bahasa Arab pada Kamis malam (09/04).

Baca Juga:

Ia menambahkan, “Gencatan senjata Saudi hanyalah manuver politik dan media. Ini mengejar lebih dari satu tujuan. Hal ini adalah upaya melemahkan negosiasi serius yang sedang berlangsung dengan PBB dan upaya menghapus citra Arab Saudi yang ternoda darah di saat kritis saat ini, ketika dunia menghadapi pandemi virus corona”.

Abdul-Salam menggarisbawahi bahwa keputusan yang masuk akal untuk koalisi yang dipimpin Saudi adalah menghentikan agresi militer di Yaman, dan mengangkat blokade yang melumpuhkan.

Juru bicara Ansarullah itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa pengumuman Arab Saudi tentang gencatan senjata dua minggu di Yaman tidak konsisten dengan rencana yang diikuti oleh negara-negara dunia untuk memerangi wabah virus corona karena periode tersebut tidak akan memberikan kesempatan bagi orang Yaman untuk mengambil tindakan yang tepat guna menghindari epidemi Covid-19.

“Rakyat Yaman sedang sekarat karena blokade dan epidemi … Tidak akan ada gencatan senjata kemanusiaan selama blokade (yang dipimpin Saudi) berlanjut,” kata Abdul-Salam.

Baca Juga:

Sebelumnya pada hari Kamis, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree menolak klaim aliansi yang dipimpin Saudi bahwa pihaknya telah menangguhkan permusuhan di Yaman.

Saree menulis dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter resminya bahwa pasukan pimpinan Saudi telah meningkatkan serangan keji mereka di berbagai bagian negara Arab yang miskin itu selama beberapa jam terakhir setelah pengumuman gencatan senjata.

“Pasukan Saudi dan Emirat telah melakukan setidaknya lima serangan udara besar-besaran di wilayah Yaman dekat wilayah perbatasan barat daya kerajaan Najran sejak dini hari tadi,” katanya kemarin.

Pada hari Rabu, Mohammed al-Bukhaiti, seorang anggota senior biro politik gerakan Ansarullah, mengatakan kepada jaringan berita televisi al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon bahwa langkah koalisi untuk mengumumkan gencatan senjata hanyalah taktik lain dari para penyerang.

“Saudi telah berulang kali menyatakan gencatan senjata di Yaman, tetapi telah melanggarnya setiap waktu,” katanya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: