NewsTicker

KDRT Melonjak Tajam Ditengah Lockdown di Seluruh Dunia

Mesin pencari seperti Google mengatakan bahwa jumlah pencarian bantuan untuk kekerasan dalam rumah tangga meroket di banyak negara di tengah lockdown akibat Covid-19. Berbagai negara saat ini memprioritaskan pertempuran melawan virus corona baru tetapi kepala PBB António Guterres menyerukan langkah-langkah mendesak untuk mengatasi “lonjakan global yang mengerikan terkait kekerasan dalam rumah tangga”.

Di Eropa sejauh ini Italia adalah negara yang paling parah dihantam oleh virus ini. Sudah berada dalam kondisi lockdown selama berminggu-minggu dan pemerintah baru saja menunjukkan sinyal akan memperpanjangnya. Tetapi mereka yang memberikan dukungan kepada mereka yang rentan mengatakan bahwa orang-orang saat ini kesulitan menghadapi semuanya.

Di Inggris, hanya dua minggu setelah lockdown, kunjungan ke situs jaringan bantuan Kekerasan Domestik Nasional telah naik 150% sejak akhir Februari, dan panggilan aktual serta permintaan online telah naik 25%. Di sisi lain beberapa badan amal melaporkan penurunan panggilan yang mengkhawatirkan. Tahun lalu 1,6 juta wanita di Inggris dan Wales mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan mereka mengkhawatirkan isolasi, mereka terlalu takut untuk menelepon. Meskipun polisi bersikeras bahwa orang-orang harus melaporkan apa yang mereka alami, sumber daya tampaknya sangat terbatas.

Baca: Sekjen PBB Desak Pemerintah Dunia Lindungi Wanita dalam Perang Hadapi Pandemi Corona

Ketegangan saraf karena perasaan tidak aman terkait pekerjaan, meningkat. Orang-orang beramai-ramai kena PHK, dan di Inggris, bantuan pemerintah tidak akan diluncurkan sampai Juni. Bagi banyak orang itu sudah terlambat. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 14 juta warga Inggris dikategorikan hidup dalam kemiskinan.

Bagi banyak orang yang rentan, bukan Covid-19 atau bahkan kelaparan yang membuat mereka takut, tapi yang paling menakutkan adalah kenyataan harus berada di ruangan yang terbatas dengan pelaku kekerasan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: