NewsTicker

Kematian akibat Covid-19 di AS Tembus 8.000, Trump: Masih Akan Ada Banyak Kematian

Kematian akibat Covid-19 di AS Tembus 8.000, Trump: Masih Akan Ada Banyak Kematian Kematian akibat Covid-19 di AS Tembus 8.000, Trump: Masih Akan Ada Banyak Kematian

Amerika Serikat – Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “banyak kematian” dalam beberapa minggu ke depan karena wabah virus corona. Ia juga mengecam outlet media lokal AS yang dikatakannya “menyebarkan desas-desus palsu” dan menciptakan “ketakutan” serta “kepanikan” di antara warga.

“Ini mungkin akan menjadi minggu terberat, antara minggu ini dan minggu depan, dan sayangnya, akan ada banyak kematian,” kata Trump pada hari Sabtu (04/04) dalam konpress hariannya tentang pandemi yang menurut angka resmi yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 300.000 orang di negara itu dengan angka kematian melampaui angka 8.000.

Baca Juga:

Trump lebih lanjut menggarisbawahi bahwa AS sedang mendekati waktu “menghebohkan” dalam wabah ini, menambahkan, “Kita sampai ke waktu di mana angkanya akan memuncak dan itu tidak akan menjadi situasi yang terlihat baik.”

“Saya benar-benar yakin kita mungkin belum pernah melihat yang seperti ini; mungkin selama perang, selama perang dunia, perang dunia satu atau dua atau yang lain, ” lanjutnya menekankan bahwa ini adalah perang yang sangat mengerikan.

Menuduh media menimbulkan kepanikan publik

Presiden AS juga mengecam liputan pers tentang wabah virus di negaranya, menuduh media memicu kepanikan publik, dengan mengatakan: “Oleh karena itu penting bahwa outlet media tertentu berhenti menyebarkan desas-desus palsu dan menciptakan ketakutan dan bahkan kepanikan publik”.

Baca Juga:

“Ini luar biasa. Saya bisa menyebutkan nama mereka tetapi itu sama saja; selalu sama. Saya kira mereka sedang mencari peringkat. Saya tidak tahu apa yang mereka cari. Sangat buruk bagi negara kita,” tambahnya.

Trump lebih lanjut menekankan bahwa pemerintahannya menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan dengan “sangat kuat”, mencatat bahwa manajemen darurat pemerintah dan lembaga layanan kesehatan seperti FEMA dan HHS telah memesan 180 juta masker N95.

“Kita membutuhkan masker-masker itu,” ujarnya menggarisbawahi. “Kami tidak ingin orang lain mendapatkannya. Itulah sebabnya kami melembagakan banyak UU Produksi Pertahanan. Anda bisa menyebutnya pembalasan karena memang itu pembalasan. Jika orang tidak memberi kami apa yang kami butuhkan untuk rakyat kami, kami akan sangat keras”. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: