NewsTicker

MbS Permainkan Harga Minyak Mentah, Hubungan AS-Saudi Diujung Tanduk

Donald Trump dan MbS

Amerika Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendapat peringatan keras dari sekelompok anggota parlemen Partai Republik yang membahayakan hubungan antara Riyadh dan Washington.

Hampir 50 anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat menandatangani surat pada hari Rabu, yang memperingatkan penguasa de facto Arab Saudi dengan “tanggapan timbal balik” jika kerajaan menolak untuk memotong produksi minyak mentah.

Baca Juga:

“Jika Kerajaan gagal bertindak adil untuk membalikkan krisis energi yang mereka diproduksi, kami akan mendorong setiap tanggapan timbal balik yang dianggap tepat oleh pemerintah AS,” bunyi surat itu yang dikutip oleh Press TV.

Pandemi virus Corona yang tumbuh cepat telah menghancurkan permintaan minyak mentah, sehingga menurunkan harga.

Ketika negara-negara dunia bergulat dengan pandemi Corona, Arab Saudi justru mengambil tindakan menghancurkan yang merusak pasar minyak global, kata Partai Republik.

“Namun, Kerajaan bisa mengubah arah, mengurangi produksi, dan mengembalikan keseimbangan pasar yang mengalami penurunan harga paling drastis dalam beberapa tahun terakhir,” tulis surat itu.

Baca Juga:

Perkembangan situasi terjadi menjelang pertemuan darurat OPEC dan mitra non-OPEC, juga disebut sebagai OPEC+, yang dijadwalkan akan diadakan pada hari Kamis.

Beberapa pemimpin dunia diharapkan akan membahas pengurangan produksi bersejarah, banyak ahli menyatakan tidak mungkin.

Sejumlah besar negara di dunia harus ditutup, dimana pemerintah memberlakukan tindakan pembatasan pada kehidupan sehari-hari terhadap miliaran orang. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: