NewsTicker

Pentagon Perintahkan Militer AS Gunakan Masker dari Kaos karena Kurangnya Pasokan Medis

Pentagon Perintahkan Militer AS Gunakan Masker dari Kaos karena Kurangnya Pasokan Medis Pentagon Perintahkan Militer AS Gunakan Masker dari Kaos karena Kurangnya Pasokan Medis

Amerika Serikat – Pentagon memerintahkan personil militer AS untuk mengenakan penutup wajah yang terbuat dari ‘kaos bersih’ dan barang-barang rumah tangga lainnya karena kurangnya peralatan pelindung pribadi.

“Semua personel militer AS harus menutupi wajah mereka dalam situasi di mana mereka tidak dapat mematuhi pedoman social distancing,” demikian pengumuman Pentagon. “Namun, kekurangan topeng berarti pasukan harus menjadi kreatif,” lapor RT.

Baca Juga:

Protokol anti-virus corona baru yang berlaku untuk personil militer dan sipil, bersama dengan anggota keluarga, kontraktor dan tamu di pangkalan militer itu menyerukan untuk memakai “penutup wajah kain” ketika individu tidak dapat menjaga setidaknya jarak aman enam kaki dari satu sama lain.

“Peralatan pelindung pribadi seperti respirator N95 akan dicadangkan untuk “personel yang sesuai” – artinya semua orang harus membuat topeng sendiri,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper dalam sebuah memo.

“Sebagai tindakan sementara, semua individu dianjurkan untuk membuat penutup wajah dari barang-barang rumah tangga atau bahan-bahan umum, seperti T-shirt bersih atau kain bersih lainnya yang dapat menutupi area hidung dan mulut”.

Baca Juga:

Pentagon telah banyak dikritik karena penangan mereka terhadap pandemi COVID-19 di antara pasukan AS. Seorang kapten Angkatan Laut yang dibebaskan dari tugas setelah membunyikan alarm tentang penyebaran virus di kapalnya telah dipuji sebagai pahlawan di antara mereka yang berpikir militer AS telah gagal menanggapi krisis kesehatan secara memadai.

Kekurangan masker medis di dunia telah menyebabkan perselisihan internasional. Seorang anggota parlemen Jerman menuduh AS telah melakukan “pembajakan” dengan mengalihkan pengiriman masker pelindung menuju Berlin, memicu perang komentar antara kedua sekutu itu. Senator Jerman itu kemudian merubah pernyataannya dengan mengatakan bahwa AS tidak terlibat dalam kasus ini. Namun, bagaimanapun masker itu tetap hilang. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: