NewsTicker

Trump Rombak Tim Komunikasi Ditengah Krisis Pemerintahan Akibat Pandemi Corona

Trump Rombak Tim Komunikasi Ditengah Krisis Pemerintahan Akibat Pandemi Corona Trump Rombak Tim Komunikasi Ditengah Krisis Pemerintahan Akibat Pandemi Corona

Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merombak tim komunikasinya pada hari Selasa (07/04), menggantikan sekretaris persnya dan menambah staf baru ditengah pergulatan negara itu dengan pandemi virus corona.

Stephanie Grisham, yang menjabat sebagai sekretaris pers dan direktur komunikasi Gedung Putih sejak Juni lalu, keluar sebelum mengadakan satupun konferensi pers resmi. Menurut laporan AP, Ia akan bergabung kembali dengan kantor ibu negara dalam peran baru sebagai kepala staf Melania Trump.

Kayleigh McEnany, juru bicara kampanye Trump, akan mengambil alih sebagai sekretaris pers keempat Trump. Juru bicara Pentagon, Alyssa Farah, juga kembali ke Gedung Putih. Menurut seorang pejabat senior administrasi yang memahami perubahan ini, Ia akan memimpin komunikasi strategis.

Baca Juga:

Perombakan ini terjadi ketika presiden menghadapi krisis terbesar dalam pemerintahannya, dengan menyebarnya virus corona di seluruh negeri. Virus ini telah menewaskan lebih dari 12.000 orang di AS dan mengubah kehidupan Amerika secara fundamental, juga menjerumuskan ekonomi ke dalam apa yang diperkirakan akan menjadi resesi besar.

Grisham, yang menggantikan Sarah Sanders dan Sean Spicer, bisa dibilang sekretaris pers yang paling tidak terlihat dalam sejarah modern, karena tidak pernah mengadakan konferensi pers selama sembilan bulan bekerja. Ia sesekali tampil di Fox News Channel, ia lebih suka untuk merekam wawancara di studio untuk menghindari keharusan berbicara dengan wartawan di jalan masuk Gedung Putih.

Baca Juga:

Kepergiannya tidak mengejutkan. Grisham sebagian besar telah dikesampingkan sejak awal pandemi, dengan tim pers untuk Wakil Presiden Mike Pence, kepala satuan tugas virus corona, yang memegang kemimpinan. Selain itu, Mark Meadows, kepala staf presiden yang baru, telah bekerja dengan membawa timnya sendiri, termasuk penasihat senior, Ben Williamson.

Peran sekretaris pers sangat menantang di bawah Trump yang terobsesi dengan media, yang meyakini dirinya diri sebagai juru bicara, direktur komunikasi dan ahli strategi terbaik, dan menuntut kesetiaan mutlak. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: