NewsTicker

Viral Video Glenn Fredly Baca Shalawat Badr, Cendekiawan: Dia Musikus Toleran

Viral Video Glenn Fredly Baca Shalawat Badr, Cendekiawan: Dia Musikus Toleran Cuitan Haidar Baqir

Jakarta – Kabar sedih pekan ini datang dari belantika musik Indonesia. Glenn Fredly meninggal dunia di Jakarta, Rabu (8/4/2020), akibat penyakit meningitis. Glenn Fredly meninggalkan seorang istri, Mutia Ayu, dan bayi perempuan bernama Gewa Atlanta Syamayim Latuihamallo yang baru berusia 40 hari.

Kepergian Glenn Fredly mendukakan masyarakat Indonesia. Nama Glenn Fredly menjadi topik tren di jagat maya. Sejumlah seniman dan tokoh publik mengingat Glenn Fredly sebagai musisi dan penyuara keragaman dan salah satu musikus yang menjaga toleransi.

Baca Juga:

Kerabat, para musisi, penggemar, aktivis kemanusiaan, dan politisi, hingga warga di Ambon berduka. Berbondong-bondong warganet membagikan video Glenn semasa hidup. Membagikan karyanya.

Salah satunya penulis dan cendekiawan Islam, Haidar Bagir. Pemilik akun twitter Islam Cinta @Haidar_Bagir, Pak Haidar mengunggah video Glenn mengenakan kaos putih dan topi terbalik. Jari jemarinya memainkan tuts piano.

“Glenn Fredly menyanyikan shalawat badr,” tulis Haidar.

Shalawat Badar itu Glenn persembahkan bagi umat Islam yang akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Di cuitan lain Haidar menulis, “Duka cita atas meninggalnya Bung Glenn Fredley. Orang muda baik hati. Cinta negeri dan sesama. Seminggu lalu baru saya kirimi nasi kebuli, karena katanya dia ngidam nasi kebuli. Tuhan merahmatinya”.

Toleransi Glenn Fredly

Toleransi Glenn bukan hadir begitu saja. Ada sejumlah perjalanan yang menyertai. Glenn mengaku terinspirasi sosok kyai panutan para nahdliyin, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Glenn menyebut, buku Gus Dur, Tuhan Tak Perlu Dibela sebagai inspirasinya membuat album religi berjudul Hidayah.

Terdapat 12 lagu bertema lagu-lagu religi Islam yang dinyanyikan sejumlah musisi, misalnya Dian Pramana Putra, Tompi, Rieka Roslan, Iga Mawarni, dan beberapa lain.

Baca Juga:

Dalam wawancara mengenai album tersebut bersama Liputan6.com, Glenn menyebut keberagaman sebagai hal penting. Dia tumbuh dalam keluarga yang beragam.
” Dan itu sangat memberi inspirasi untuk saya. Kami tidak pernah bicara soal agama. Saat menyambut Ramadan, saya sangat happy. Di Maluku, juga sama happy-nya, sama seperti menyambut Natal,” ujar Glenn, Kamis, 2 Juni 2016.
Setahun berikutnya, Glenn juga menelurkan album religi jelang Ramadan. Judulnya Hidayah Carita Orang Basudara.
Dia bercerita, album ini terinpirasi dari budaya Islam. Meski begitu, kisah di dalamnya meliputi kisah-kisah kehidupan toleransi pemeluk Islam dan Kristen saat 1999.
Perdamaian Itu Penting

Melalui album itu,  Glenn ingin bercerita bahwa perdamaian sebagai salah satu elemen penting.
” Saya pikir ini jadi penting buat bicara perdamaian. Hari ini enggak cuma Indonesia, tapi dunia juga perlu narasi perdamaian baru. Religi itu enggak selalu pada konteks yang kita hafal, tapi bagaimana kita bisa bermanfaat buat orang lain,” ucap dia. 
Glenn selalu punya pandangan penting terhadap kemanusiaan. Dalam unggahannya 25 Mei 2019, dia membagi foto saat di sebuah forum bersama ulama KH Quraish Shihab dan putrinya, Najwa Shihab.

“Kemanusiaan mendahului keAgamaan, kita bisa berbeda pendapat namun hendaknya bersama-sama mengejar kebaikan dalam kemanusiaan,“ kata Quraish Shihab.
Dia tertegun mendengarkan pesan yang dari Quraish.
” Saya tertegun mendengar tausyiah beliau yang begitu dalam makna dan pengetahuan serta penting untuk direnungkan.  Saya bersyukur untuk hari ini dimana bisa duduk bersama beliau dan Najwa diundang dalam acara Shihab & Shihab, teduh dan menyejukkan. Sebagai seorang yang dibesarkan dalam tradisi Nasrani, hari ini saya diberkati oleh tausyiah Quraish Shihab tentang Islam yang penuh Rahmat untuk kemanusiaan,” tulisnya.
Selamat jalan Kakak Bung. (ARN/Dream)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: