NewsTicker

Kunjungi Sudan, Delegasi UEA Rekrut Milisi Bayaran untuk Perang Libya

Kunjungi Sudan, Delegasi UEA Rekrut Milisi Bayaran untuk Perang Libya Militan Sudan

Sudan – Sebuah Delegasi tingkat tinggi dari Uni Emirat Arab (UEA) yang mendukung pemberontak Libya di bawah komando jenderal pemberontak Khalifa Haftar, dilaporkan mengunjungi Sudan untuk merekrut milisi bayaran untuk berperang melawan pemerintah yang diakui internasional di Tripoli.

Sumber mengatakan kepada penyiaran yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, bahwa delegasi Emirat, yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Tahnoun bin Zayed, menghabiskan lima jam di ibukota Sudan Khartoum pada hari Rabu lalu.

Baca Juga:

“Dua pesawat, satu bertuliskan Manchester City Football Club, mendarat di Khartoum pada hari Rabu dan berangkat kembali ke Abu Dhabi lima jam kemudian,” lapor Al Jazeera, Kamis (30/04).

Para pejabat senior UEA itu membahas cara-cara mendukung Haftar sehubungan dengan kemunduran yang dihadapi oleh Tentara Nasional Libya (LNA) dalam serangan untuk merebut ibukota dan menggeser Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj.

Sumber itu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesawat lain yang membawa sejumlah pejabat tinggi Emirat tiba pada hari Sabtu sebelumnya, menghabiskan dua jam di Khartoum sebelum berangkat ke Chad.

Sebuah panel ahli memperingatkan Dewan Keamanan PBB dalam sebuah halaman 376 pada Desember tahun lalu bahwa kehadiran para milisi Sudan, diperkirakan berjumlah antara 1.000 dan 3.000 orang, akan memperpanjang konflik Libya dan selanjutnya membuat negara Afrika Utara itu semakin tidak stabil.

Baca Juga:

Pemerintah Sudan juga mengklaim pada Januari bahwa mereka akan menyelidiki sebuah kasus yang melibatkan orang-orang Sudan yang dibayar oleh sebuah perusahaan keamanan Emirat untuk menjaga ladang-ladang minyak Libya. UAE selama beberapa bulan terakhir melakukan serangan drone terhadap posisi pemerintah dan mendukung pemberontak.

Selain itu, penyedia data pelacakan penerbangan mengungkap bulan lalu bahwa UEA telah mengirim lebih dari 100 pengiriman senjata ke Libya melalui udara sejak pertengahan Januari, tanpa mengindahkan embargo senjata PBB terhadap negara yang dilanda perang tersebut. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: