Eropa

Suriah, Iran, Yaman Kecam Kepatuhan Jerman pada AS-Israel untuk Larang Hizbullah

Suriah, Iran, Yaman Kecam Kepatuhan Jerman pada AS-Israel untuk Larang Hizbullah

Suriah – Suriah, Iran dan Yaman mengecam keputusan pemerintah Jerman untuk menunjuk kelompok perlawanan Libanon, Hizbullah, sebuah “organisasi teroris”, menegaskan bahwa Berlin telah mematuhi perintah Washington dan Tel Aviv untuk melarang gerakan perlawanan Hizbullah.

“Republik Arab Suriah mengutuk daftar hitam Hezbollah di Berlin dengan kecaman kuat,” kata sumber resmi Kementerian Luar Negeri Suriah kepada kantor berita Suriah SANA, Kamis (30/04).

Sumber itu mengatakan bahwa daftar hitam itu secara tak langsunga adalah sebuah “medali kehormatan” yang secara efektif mengakui peran penting Hizbullah dalam melawan siasat Zionis dan Barat di kawasan.

Baca Juga:

Sumber itu menambahkan bahwa langkah tersebut jelas menunjukkan ketundukan Jerman pada “Zionisme dunia” dan terus berkurangnya kedaulatan dan kemerdekaan negara itu sejak akhir Perang Dunia 2.

Pada hari Kamis, Jerman menunjuk Hezbollah sebagai “kelompok teroris” dan memerintahkan penggerebekan di berbagai masjid serta situs budaya yang diduga terkait dengan gerakan perlawanan.

Polisi menyerbu empat asosiasi masjid di Dortmund dan Muenster di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Bremen dan Berlin, bersama dengan rumah-rumah pribadi yang diduga milik anggota Hizbullah.

salah satu masjid yang digerebek pemerintah Jerman

Israel dan Amerika Serikat memaksa Berlin untuk melarang gerakan perlawanan yang telah berperan besar dalam mengalahkan kelompok terror takfiri terkejam dan kelompok teroris lainnya di Suriah, serta mengusir pasukan Israel dari Libanon selatan.

Baca Juga:

Popularitas gerakan perlawanan untuk menghancurkan mitos tak terkalahkan Israel di antara opini publik Arab telah mengkhawatirkan Israel dan Barat. Keterlibatan militernya dalam perang Suriah juga telah mengubahnya menjadi pasukan yang sangat berpengalaman, memaksa banyak pengamat Barat untuk menggambarkan Hizbullah sebagai “tentara” Arab yang paling kuat.

“Jerman membabi buta mengikuti plot AS, Israel yang destruktif”

Pemerintah Yaman dan gerakan perlawanan rakyat Ansarullah juga mengecam tindakan itu sebagai tanda ketundukan Berlin kepada Washington dan Tel Aviv.

“Keputusan Jerman yang tidak adil ini dilakukan sesuai dengan perintah AS dan Israel yang menargetkan kelompok (perlawanan),” ujar Menteri Informasi dan juru bicara pemerintah Yaman, Dhaifallah al-Shami, sebagaimana dikutip kantor berita Saba.

Biro politik Ansarullah menerbitkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa “Keputusan Jerman telah memenuhi keinginan AS dan Israel dalam menormalkan Zionisme dan menentang negara-negara bebas yang berusaha melawan tirani dan kesombongan global”.

Ansarullah telah berperang lima tahun perang Saudi di Yaman. Agresi Saudi didukung oleh negara-negara barat seperti Jerman. Kelompok populer itu menegaskan kembali dukungannya bagi Hizbullah dan mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk menolak keputusan Berlin.

Baca Juga:

Jerman telah lama dikenal karena dukungannya yang kontroversial bagi teroris dan pasukan penindas di kawasan, dimana negara itu memfasilitasi kehadiran teroris asing di Suriah dan Irak.

Pemerintah Jerman juga dituduh membantu AS membunuh komandan anti-teror Iran Jenderal Qassem Soleimani awal tahun ini.

Israel memuji Jerman pada hari Kamis, dengan menteri luar negeri rezim Israel Katz memuji langkah itu sebagai “keputusan yang sangat penting”.

“Saya menyerukan kepada negara-negara Eropa lainnya serta Uni Eropa untuk melakukan hal yang sama,” kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyambut keputusan itu. “Semua negara yang cinta damai harus menolak organisasi teroris dan tidak memberi mereka bantuan langsung atau tidak langsung,” katanya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: