Eropa

Analis: Keputusan Jerman atas Hizbullah Membuat Serigala ISIS Bahagia

Analis: Keputusan Jerman atas Hizbullah Membuat Serigala ISIS Bahagia

Jerman – Seorang analis politik senior mengecam keputusan Jerman yang menetapkan Hizbullah sebagai “organisasi teroris”, dan menyatakan bahwa Berlin diperbudak oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap gerakan perlawanan yang akan membahayakan rakyat Jerman karena keputusan itu memberikan dorongan kepada kelompok teroris ISIS/ISIL atau Daesh.

Memuji peran Hizbullah yang tak dapat ditawar lagi dalam mengalahkan militan Takfiri di Suriah, Mostafa Khoshcheshm, analis dan profesor di salah satu universitas Iran, mengatakan Jerman lebih suka menutup mata terhadap kebenaran daripada mencari cara untuk menjaga negara itu aman dari bahaya organisasi teror paling berbahaya di dunia, seperti dilansir FNA.

Baca Juga:

“Ketika teroris ISIS membunuh” warga sipil di kota-kota Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, “Hizbullah justru membunuh militan ISIS di Suriah”, Khoshcheshm menulis di akun twitternya, dan menambahkan, “Jika bukan karena Hizbullah, hanya Tuhan yang tahu berapa banyak orang Eropa akan diburu oleh 1000-an teroris ISIS”.

Analis itu juga memperingatkan kepada Jerman yang telah mengkompromikan keamanannya dengan “tunduk pada kebijakan AS dan Israel”, dan mengecam keputusan Berlin yang membuat “serigala ISIS bahagia”, karena ini adalah perang terbuka terhadap musuh musuhnya.

Pada hari Kamis, Berlin melarang partai politik Lebanon, menyebut gerakan itu sebagai teroris -tindakan yang mendapat pujian langsung Israel maupun AS-. Polisi Jerman juga melakukan penggerebekan di beberapa masjid dan pusat budaya- yang diyakini terkait dengan Hizbullah- di Berlin serta utara Rhine-Westphalia dan Bremen.

Jerman mulai melayangkan gagasan pelarangan Hizbullah pada tahun lalu, dengan perdebatan yang dipicu oleh Duta Besar AS untuk Berlin, Richard Grenell.

Baca Juga:

Iran mengecam keras Jerman karena menyebut Hizbullah sebagai “organisasi teroris” dan memperingatkan Berlin atas dampak dari langkah perang melawan terorisme di kawasan.

Jerman telah lama menjadi pendukung Israel, tempat persembunyian yang aman dan pendukung Organisasi Teroris Mojahedin-e Khalq (MKO, juga dikenal sebagai MEK, PMOI dan NCRI) yang telah membunuh ribuan orang Iran, dan dituduh membantu Washington membunuh 6 orang Ilmuwan nuklir Iran serta komandan anti-teror top Teheran Jenderal Qassem Soleimani pada bulan lalu.

Hizbullah -yang selama bertahun-tahun telah membantu Damaskus dalam memerangi kelompok-kelompok teroris- sering menjadi sasaran Angkatan Udara Israel sepanjang perang di Suriah, sementara rezim Zionis telah lama dikenal karena dukungan kontroversialnya terhadap para teroris dalam perang Suriah. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: