NewsTicker

Jerusalem Post: Virus Corona Hancurkan Komunitas Yahudi

Jerusalem Post: Virus Corona Hancurkan Komunitas Yahudi Wabah Corona di Israel

Israel Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh surat kabar Jerusalem Post mengungkapkan bahwa meski jumlah kematian akibat virus Corona mencapai 238 di Israel, tetapi Corona terus menimbulkan kerugian besar terhadap komunitas besar Yahudi di seluruh dunia, atau di antara 8 juta orang Yahudi yang tinggal di berbagai negara di dunia.

Laporan juga menyatakan bahwa “jumlah orang Yahudi yang meninggal karena virus Corona ada ribuan, walaupun tidak mungkin untuk mengetahui jumlah pastinya karena pemerintah tidak transfaran, dan di sebagian besar tempat, komunitas Yahudi tidak memiliki statistik lengkap atas mereka yang kehilangan nyawa”.

Baca Juga:

“Yang jelas bahwa tingkat kematian orang Yahudi secara signifikan lebih tinggi di berbagai negara di dunia dibandingkan dengan Israel, dan virus itu menghancurkan orang-orang Yahudi di banyak tempat. Tingkat kasus dan kematian di antara orang-orang Yahudi jauh lebih tinggi daripada populasi non-Yahudi setempat,” tulis laporan itu.

Surat kabar Ibrani melanjutkan, “Di Inggris, sekitar 366 orang Yahudi meninggal karena virus Corona, dan mereka mewakili 1,7% dari semua kematian di negara itu, di mana orang Yahudi hanya 0,3% dari populasi.” Ada banyak teori tentang mengapa tingkat kematian Yahudi meningkat hampir enam kali lipat dari populasi, termasuk usia mereka yang relatif lanjut dan kegagalan mereka dalam mempraktikkan social distancing di beberapa lingkungan keagamaan Ortodoks.

“Kota New York adalah pusat komunitas Yahudi terbesar di luar entitas Israel, dengan sekitar 2 juta orang Yahudi termasuk di utara New Jersey, Westchester dan Long Island. Virus ini telah menghancurkan =komunitas-komunitas ini hingga pertengahan April, media Yahudi telah melaporkan lebih dari 700 Yahudi tewas di New York City saja,” tulis laporan itu.

Pada saat yang sama, angka-angka menunjukkan bahwa kematian di wilayah Borough Park dan Williamsburg pada bulan Maret dan awal April lebih dari 10 kali lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun lalu. Sementara Rabi Mayer Berger mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang mati empat kali lipat sejak wabah.

Baca Juga:

Di New Jersey, negara bagian dengan jumlah penduduk Yahudi terbesar keempat, ada lebih dari 128.000 kasus positif, dan sekitar 8.000 orang meninggal, lebih dari 1.200 orang meninggal dari Kabupaten Bergen, rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di negara bagian ini.

Komunitas Yahudi di Perancis, yang diperkirakan mencapai 500.00, adalah yang terbesar di Eropa. Tidak jelas berapa banyak dari 25.000 kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di negara itu, tetapi Pemakaman khusus orang-orang Yahudi di dekat Paris, telah terisi selama beberapa minggu terakhir dan hampir penuh.

Asosiasi Dokter Yahudi Prancis mengatakan bahwa “tingkat kasus COVID-19 di kalangan orang Yahudi tampaknya sangat tinggi, mungkin karena festival Purim, dan sebagian besar orang Yahudi Prancis tinggal di Paris atau Strasbourg, di mana tingkat infeksi lebih tinggi daripada daerah lainnya di negara itu.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: