NewsTicker

Pandemi Corona Buyarkan Citra Politik Trump Jelang Pemilu

Pandemi Corona Buyarkan Citra Politik Trump Jelang Pemilu Presiden Trump

Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat mempertanyakan cara perhitungan angka kematian akibat virus Corona. Trump berpendapat bahwa jumlah sebenarnya dari angka kematian ini pasti jauh lebih rendah.

“Seorang pejabat senior administrasi mengatakan bahwa ia memperkirakan presiden akan mulai mempertanyakan secara terbuka jumlah korban jiwa karena angka saat ini sudah mendekati perkiraannya mengenai jumlah kematian final, dan ini akan merusak citranya secara politik,” lapor sebuah website media AS, Axios, Kamis (07/05).

Baca Juga:

Pejabat itu mengatakan bahwa Trump telah kesal karena jumlahnya tampaknya terus meningkat. Banyak pengamat berpendapat bahwa Donald Trump, yang berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya atas penanganan pandemi yang buruk, sedang berusaha untuk menghindari tanggung jawab krisis melalui klaim tersebut.

Pada hari Selasa, Trump menuduh Demokrat AS meremehkan tindakannya dalam perang melawan virus corona. Tanpa memberikan bukti, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Demokrat “ingin kami gagal sehingga mereka dapat memenangkan pemilihan, yang tidak akan mereka menangkan”.

Presiden AS itu juga telah berulang kali mengkritik para pejabat China atas wabah virus corona baru ini, mengklaim bahwa pandemi ini telah dimulai dari sebuah laboratorium di kota Wuhan di China.

Baca Juga:

Para ilmuwan, bagaimanapun, telah mengutuk teori konspirasi tentang laboratorium China, mengatakan virus corona baru telah melompat dari hewan ke manusia. Virus Corona telah merenggut nyawa lebih dari 74.000 warga AS sejauh ini.

Sementara itu, data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan bahwa negara itu bisa memiliki hingga 3.000 angka kematian per hari selama pandemi COVID-19 pada 1 Juni. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: