NewsTicker

Hari Quds Internasional di Inggris akan Digelar Virtual

Hari Quds Internasional di Inggris akan Digelar Virtual Quds Day

Inggris – Kelompok-kelompok pro-Palestina di London dan di tempat lain di seluruh Inggris berencana untuk mengganti aksi jalanan Hari Al-Quds Internasional dengan acara daring karena pandemi virus corona yang mematikan. Andemi ini telah membatasi pertemuan massal di seluruh dunia.

Komisi Hak Asasi Manusia Islam (IHRC), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di London, mengatakan pada hari Kamis bahwa Komite Keadilan untuk Palestina akan mengalirkan pesan-pesan dari beragam tokoh masyarakat, aktivis dan tokoh masyarakat untuk menandai kesempatan yang jatuh pada 22 Mei itu.

Baca Juga:

Acara online ini akan mencakup presentasi tentang nasib bangsa Palestina.

“Pembatalan paksa pawai tahunan di seluruh dunia ini tidak berarti melupakan Palestina pada saat penting tahun Islam ini,” tambahnya.

Organisasi-organisasi yang berbasis di Inggris seperti IHRC, Ahlulbayt Islamic Mission, Scottish Palestine Solidarity Campaign, CASMI, Jewish Network for Palestine, Campaign Against Criminalizing Communities, In Minds Human Rights Group, Lebanese Community in Scotland, Bahraini Community, Islamic Student Associations, and Neturei Karta, telah menekankan dukungan mereka untuk unjuk rasa dan pawai tahun ini.

Baca Juga:

Setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, aksi unjuk rasa sedunia diadakan untuk memperingati perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel dan perjuangan mereka untuk membebaskan wilayah mereka yang telah diduduki oleh Israel selama beberapa dekade.

Acara tahunan ini dilihat sebagai kesempatan bagi orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia, tanpa memandang keyakinan, untuk menyuarakan dukungan mereka bagi perjuangan Palestina dan melampiaskan kemarahan mereka terhadap rezim Apartheid Israel, yang telah menduduki wilayah Palestina sejak 1967.

Hari Quds Internasional dipandang sebagai peninggalan mendiang pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, yang dihormati sebagai pemimpin spiritual oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada tahun 1979, tak lama setelah memimpin Revolusi Islam yang menggulingkan Shah Iran dukungan AS, Ayatollah Khomeini menyebut Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan sebagai Hari Quds. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: