NewsTicker

Pandemi Corona di Iran Alami Peningkatan Harian Terendah Sejak 11 Bulan

Pandemi Corona di Iran Alami Peningkatan Harian Terendah Sejak 11 BulanPandemi Corona di Iran Alami Peningkatan Harian Terendah Sejak 11 Bulan Paramedis Iran

Iran – Kementerian Kesehatan Iran mengatakan bahwa pandemi virus corona mengalami peningkatan harian terendah sejak wabah penyakit itu dimulai lebih dari 11 Minggu lalu, yaitu merenggut nyawa 55 orang di negara itu selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 6.541.

Kianoush Jahanpour, kepala humas dan pusat informasi di Kementerian Kesehatan Iran, mengatakan pada hari Jumat (08/05) bahwa kematian akibat pandemi virus corona mencerminkan lintasan kurva relatif menurun.

Baca Juga:

Ia menambahkan bahwa 1.556 kasus baru juga telah dikonfirmasi di negara itu selama sehari terakhir, meningkatkan jumlah keseluruhan menjadi 104.691 orang.

“83.837 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini, sementara 2.711 pasien yang terinfeksi COVID-19 masih dalam kondisi kritis,” kata pejabat itu.

Ia mencatat bahwa 558.899 tes diagnosis COVID-19 telah dilakukan di negara itu sampai sekarang.

Jahanpour menambahkan bahwa deteksi Iran terhadap mereka yang menderita penyakit pernapasan meningkat setiap hari dan mengatakan sekarang sudah memungkinkan bagi mereka yang tidak memiliki gejala untuk diuji.

Iran, salah satu negara Asia Barat yang paling terpukul oleh pandemi ini, telah berhasil menahan laju infeksi COVID-19 dengan pengobatan dan tes diagnostik sendiri karena negara itu terus dikenakan serangkaian sanksi AS yang menghambat akses impor obat-obatan dan peralatan medis vital.

Baca Juga:

Washington bahkan telah berusaha untuk memblokir permintaan Iran kepada Dana Moneter Internasional untuk pinjaman darurat yang negara tersebut perlu untuk mengatasi pandemi.

Kementerian Kesehatan mengatakan pada tanggal 27 April bahwa negara tersebut telah mencatat kenaikan dua digit dalam jumlah kasus virus corona baru untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, yang menunjukkan penurunan kurva penyakit COVID-19 di negara tersebut. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: