Arab Saudi

Yaman Tuntut PBB Paksa Saudi Izinkan Pembongkaran Muatan Tanker yang Terdampar

Yaman – Menteri perminyakan dan mineral Yaman meminta PBB untuk menekan koalisi pimpinan Saudi yang agar mengizinkan pembongkaran minyak mentah dari sebuah kapal tangki yang mengapung di lepas pantai kota pelabuhan Hodeidah, Yaman.

Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita resmi Yaman, Saba, pada hari Minggu (10/05), Ahmed Daress mengatakan bahwa kapal tanker Safer, yang berisi hampir 1,1 juta barel minyak, telah berubah menjadi bom waktu yang mengancam lingkungan laut disekitarnya.

Ia mencatat bahwa aliansi yang dipimpin Saudi bersikeras mencegah pembongkaran muatan kapal, maupun pemeliharaan atasnya.

“Meskipun ada upaya oleh Kementerian Perminyakan untuk melakukan pemeliharaan, koalisi agresi tidak mengizinkan masuknya tim teknis yang ditugaskan untuk melakukan pemeliharaan di bawah pengawasan PBB,” kata Daress.

Baca: Houthi: Saudi Bertanggung Jawab untuk Kebocoran Apa Pun dari Kapal Tanker yang Diabaikan

Menteri Yaman itu menuntut pertanggungjawaban penuh PBB dan koalisi militer pimpinan Saudi, atas bencana lingkungan di Laut Merah itu, dan perusakan kehidupan laut karena potensi tumpahan minyak dari kapal.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Yaman Hisyam Sharaf meminta Arab Saudi dan sekutunya bertanggung jawab atas pencemaran serius di lepas pantai Laut Merah.

Ia mengatakan bahwa otoritas Yaman di Sana’a sudah meminta PBB dan badan-badannya untuk mengirim tim evaluasi dan pemeliharaan guna menilai situasi kapal tanker minyak yang lebih aman.

Baca: Dubes Yaman: Kami Bisa Penuhi Kebutuhan Sendiri jika Blokade Saudi Diangkat

Sharaf mencatat bahwa blokade laut, darat dan udara yang sedang berlangsung di Yaman telah mencegah akses ke pemeliharaan kapal yang sangat dibutuhkan.

Kapal tanker Safer dilaporkan memungkinkan kapal untuk berlabuh di lepas pantai dan mentransfer minyak yang diekstraksi dan diproses dari instalasi di ladang minyak Ma’arib di Yaman tengah.

Tanker itu dikatakan berisi 34 tangki minyak mentah dengan berbagai ukuran dan volume, dengan total kapasitas sekitar tiga juta barel. Kapal itu ditambatkan beberapa kilometer di luar pelabuhan Laut Merah Ras Isa, di utara Hodeidah. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: