NewsTicker

FBI Tak Sengaja Sebut Pejabat Saudi yang Terlibat dalam Serangan 9/11

FBI Tak Sengaja Sebut Pejabat Saudi yang Terlibat dalam Serangan 9/11 Serangan 9/11

Amerika  Biro Investigasi Federal AS (FBI) dilaporkan secara tidak sengaja mengungkapkan identitas seorang diplomat Saudi, yang diduga telah mengarahkan dukungan untuk dua pembajak yang terkait dengan al-Qaeda yang terlibat dalam peristiwa 11 September.

Dalam laporan investigasi eksklusif pada hari Rabu, Yahoo News mengatakan nama diplomat telah terungkap setelah FBI gagal mencoret nama itu dari satu kasus dalam sebuah deklarasi yang telah diajukan ke pengadilan federal.

Deklarasi tersebut mengidentifikasi pejabat tersebut sebagai Mussaed Ahmed al-Jarrah, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi, yang ditugaskan ke Kedutaan Besar Saudi di Washington, D.C., pada tahun 1999 dan 2000.

Baca Juga:

Sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa lokasi di AS.

Nama Arab Saudi mengemuka dalam diskusi mengenai aksi teror bersejarah segera setelah peristiw, dimana para penyelidik dengan cepat menyimpulkan bahwa 15 dari 19 pembajak yang terlibat dalam serangan berasal dari Saudi.

Namun, Riyadh berhasil menghindari pertanggungjawaban apa pun di tengah kecaman keluarga korban, dan pengacara mereka ketika upaya Washington untuk melindungi kerajaan dari segala kebangkrutan.

Hingga 2012, dua pejabat Saudi diduga telah memberikan dukungan khusus kepada dua pembajak. Para pejabat itu disebut sebagai Fahad al-Thumairy, seorang ulama radikal Saudi, imam Masjid King Fahd di Los Angeles, dan Omar al-Bayoumi, seorang agen pemerintah Saudi yang dicurigai.

Namun pada tahun itu, penyelidikan datang dengan nama Jarrah sebagai orang yang “menugasi” Thumairy dan Bayoumi dengan membantu para pembajak.

Baca Juga:

Namun, identitas diplomat tetap tersembunyi, mendorong pengacara dan keluarga untuk memanggilnya hanya sebagai “orang ketiga,” yaitu individu terkemuka ketiga Saudi yang diidentifikasi sejauh ini dalam kasus tersebut.

Deklarasi FBI yang menyelipkan namanya ironisnya telah diajukan ke pengadilan untuk memaksa penyembunyian identitasnya dan mengklasifikasikannya di bawah “rahasia negara” dengan dalih bahwa pengungkapan namanya dapat menyebabkan “kerusakan signifikan terhadap keamanan nasional.”

Kesalahan ‘Besar’

“Ini adalah kesalahan besar,” kata Yahoo News mengutip Brett Eagleson, juru bicara keluarga 9/11, yang ayahnya tewas dalam serangan itu.

Eagleson mengecam pemerintah AS karena “menutup-nutupi keterlibatan Saudi” dalam aksi teror, dengan mengatakan “ada hierarki komando” yang terlibat dalam serangan langsung “datang dari Kedutaan Besar Saudi.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: