Surat Palestina ke PBB: Israel Manfaatkan Pandemi Corona untuk Aneksasi Tepi Barat

Palestina – Perwakilan tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan bahwa rezim Israel terus mengeksploitasi kehebohan dunia dengan pandemi virus corona baru untuk meneruskan rencananya mencaplok bagian-bagian Tepi Barat dengan koordinasi penuh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Mansour, dalam tiga surat yang sama ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Dewan Keamanan PBB Sven Jurgenson yang berotasi dan Presiden Majelis Umum PBB Tijjani Muhammad-Bande pada hari Kamis (14/05), menunjuk pada kejahatan yang dilakukan oleh rezim Tel Aviv, termasuk langkah-langkah aneksasi ilegal, mengatakan langkah-langkah seperti itu mengancam solusi dua negara berdasarkan perbatasan pra-1967.

“Israel terus menggunakan krisis [virus] korona… untuk memajukan rencana aneksasinya dalam koordinasi penuh dengan pemerintah AS saat ini,” tegas diplomat itu.

Baca: Aneksasi Israel atas Tepi Barat akan Bangkitkan Intifada Seluruh Kawasan

Ia menekankan bahwa para pejabat Israel telah meningkatkan pernyataan provokatif mereka dengan membual tentang niat mereka itu yang melanggar hukum, dengan penghinaan penuh terhadap hukum internasional dan tuntutan serta peringatan dari masyarakat internasional, organisasi hak asasi manusia, dan para pemimpin dunia.

Mansour melanjutkan dengan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saingannya Benny Gantz telah menandatangani perjanjian kabinet koalisi di mana Knesset (parlemen) akan dapat memutuskan aneksasi bagian-bagian Tepi Barat pada 1 Juli dalam pelanggaran yang mencolok terhadap Piagam PBB, hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2334. (ARN)

About Arrahmahnews 26697 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.