NewsTicker

Rouhani: Iran akan Gelar Pawai Hari Al-Quds dan Sholat Ied Berjamaah

Rouhani: Iran akan Gelar Pawai Hari Al-Quds dan Sholat Ied Berjamaah Hassan Rouhani

Iran – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negara itu akan menggelar sholat Idul Fitri dan Hari Quds Internasional sesuai dengan protokol yang ditetapkan untuk memerangi wabah COVID-19.

Berbicara pada hari Sabtu (16/05), Rouhani mengatakan bahwa sholat Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan, akan diadakan di pusat-pusat keagamaan di seluruh negeri.

Baca Juga:

Ia menambahkan, bagaimanapun, bahwa sholat Ied hanya akan diadakan di pusat-pusat keagamaan setempat, bukan di tempat-tempat utama sholat Ied biasa diadakan di mana para jamaah dari seluruh kota biasanya berkumpul.

Rouhani, menyampaikan pernyataan ini dalam sambutannya di Markas Nasional Melawan Virus Corona. Ia juga mengatakan bahwa Hari Quds juga akan diperingati di wilayah “putih” di mana virus corona tidak dianggap sebagai ancaman.

Ia menambahkan bahwa Hari Quds akan berlangsung tanpa unjuk rasa tahunan yang biasa dan sebagai gantinya akan diadakan dalam batas waktu sholat Jum’at, yang bertepatan dengan Hari Quds.

Rouhani membebaskan ibukota Teheran dari kegiatan itu, di mana acara Hari Quds akan diselenggarakan dalam bentuk pawai kendaraan.

“Ini akan menjadi langkah simbolis menggunakan kendaraan dan akan diselenggarakan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC),” katanya.

Sebagai warisan almarhum pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, Hari Quds ditetapkan pada Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan untuk menandai solidaritas Muslim di seluruh dunia dengan perjuangan Palestina.

Acara ini diperingati setiap tahun dengan demonstrasi besar-besaran di seluruh Iran dan sekitarnya.

“Iran masih bergulat dengan COVID-19, tetapi dalam kondisi yang lebih baik”

Baca Juga:

Di tempat lain dalam sambutannya, Rouhani mengatakan bahwa Iran harus mengakui bahwa “hari-hari sulit” di negara itu belum berlalu dan bahwa negara itu masih menghadapi “virus berbahaya”.

Ia menambahkan bahwa negara itu harus mempersiapkan diri untuk “beberapa bulan hidup dengan virus corona”.

“Namun, situasi kita lebih baik dari sebelumnya,” tambah presiden.

“Selama ini, rakyat dan petugas kesehatan menjadi lebih mahir,” dalam melawan virus corona, katanya, menambahkan, “Selama hari-hari awal wabah, kita tidak tahu apakah masker N95 kita cukup atau apakah kita bisa membuat sendiri … kita tidak tahu apakah kita memiliki cukup ventilator atau apakah kita dapat menghasilkan sendiri.”

“Hari ini, kita telah melewati semua itu,” tambahnya.

Meskipun menghadapi sanksi AS yang meluas selama wabah virus korona, Iran berhasil dengan cepat mengembangkan jalur produksi massal sendiri untuk pasokan medis seperti ventilator, alat uji, masker dan desinfektan. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: