Internasional

Netanyahu: Hukum Israel Harus Berlaku di Tepi Barat

Israel – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam mengomentari masalah permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina pada awal sesi parlemen untuk pelantikannya, mengatakan bahwa sudah saatnya hukum Israel diberlakukan di Tepi Barat.

“Sudah waktunya untuk menerapkan hukum Israel dan mencatat bab kemenangan lain dalam sejarah Zionisme,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip Sputnik, Minggu (17/05).

Baca Juga:

Dalam pidatonya di hadapan parlemen negara itu, Netanyahu mengatakan bahwa apa pun selain mosi percaya bagi pemerintah baru akan membuat upaya bangsa ini terhambat menghadapi pandemi COVID-19.

Ia menambahkan bahwa siklus pemilihan keempat mungkin menelan biaya negara lebih dari dua miliar shekel (565 juta dolar).

Pidato perdana menteri itu disambut dengan interupsi, ketika anggota parlemen pihak oposisi membawa masalah hukum Netanyahu dan anggota parlemen Arab memprotes komentarnya tentang ambisi Israel untuk “mencaplok” bagian-bagian Tepi Barat.

PM Israel itu secara resmi menetapkan persyaratan yang telah disepakati dengan saingannya dalam pemilihan, Benny Gantz, yang gagal ia kalahkan langsung dalam tiga pemilihan umum berturut-turut.

Baca Juga:

Gantz akan bertindak sebagai menteri pertahanan sampai ia mengambil peran kepala pemerintahan dari Netanyahu pada 17 November 2021.

Pemimpin aliansi Biru dan Putih, Gantz, kemudian naik podium setelah Netanyahu. Ia meminta anggota parlemen untuk menyetujui pembentukan kabinet Israel ke-35 untuk mengakhiri krisis politik terburuk dalam sejarah negara itu yang hampir membawa negara Yahudi tersebut ke ambang perang saudara.

Tiga pemilihan umum yang dimulai sejak April 2019 gagal untuk mencalonkan pemenang yang jelas, dengan Netanyahu dan Gantz pada waktu yang berbeda gagal membentuk koalisi parlemen. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: