Pria Bersenjata Berondong Jamaah Masjid di Afghanistan Saat Shalat

Pria Bersenjata Berondong Jamaah Masjid di Afghanistan Saat Shalat
Penembakan di Masjid Afghanistan

Afgahnistan Sejumlah pria bersenjata tak dikenal melancarkan serangan terhadap sebuah masjid di provinsi Parwan, Afghanistan Timur, menewaskan sedikitnya delapan jemaah dan melukai beberapa lainnya.

Para pejabat Afghanistan mengatakan peristiwa berdarah terjadi pada Selasa malam ketika para penyerang bersenjata menyerbu masjid di ibukota provinsi Charwan, Parwan, dan menembaki para jamaah yang sedang berbuka puasa di bulan suci Ramadhan.

Baca Juga:

Serangan itu menewaskan delapan orang dan 12 lainnya terluka, sementara para penyerang bersenjata telah melarikan diri dari tempat kejadian.

Sejauh ini tidak ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan itu, tetapi kementerian dalam negeri Afghanistan menyalahkan kelompok Taliban.

Sebelumnya pada hari Selasa, Taliban melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan di kota utara Kunduz, menewaskan delapan dan melukai beberapa lainnya.

Insiden itu terjadi seminggu setelah Presiden Ashraf Ghani memerintahkan militer untuk melanjutkan operasinya terhadap militan menyusul serangkaian serangan mematikan terhadap pasukan keamanan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan tentang peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kekerasan terhadap warga sipil dan “kemunduran yang mencolok” sehubungan dengan hukum humaniter internasional di Afghanistan.

Jumlah korban yang dikaitkan dengan kekerasan oleh militan Taliban pada bulan lalu naik seperempat dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya menjadi 208, sementara korban yang dikaitkan dengan pasukan keamanan Afghanistan naik 38 persen menjadi 172 personil.

Baca Juga:

Data resmi menunjukkan pemboman Taliban dan serangan lainnya telah meningkat 70 persen sejak kelompok militan menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat pada Februari.

Dalam serangan mengerikan pada Selasa lalu, tiga pria bersenjata menyerang sebuah rumah sakit bersalin di Kabul, menembaki wanita hamil dan bayi yang baru lahir di sana. Setidaknya 24 orang tewas dan 16 lainnya terluka sebelum orang-orang bersenjata itu dilumpuhkan oleh pasukan keamanan Afghanistan.

Di bawah kesepakatan Taliban-AS yang ditandatangani di ibukota Qatar, Doha, pada 29 Februari, Washington terpaksa menarik pasukan Amerika dan pasukan asing dari Afghanistan pada Juli tahun depan, asalkan para militan memulai pembicaraan dengan Kabul dan mematuhi jaminan keamanan lainnya.

Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Afghanistan pada Oktober 2001 tak lama setelah serangan 11 September di New York dan Washington. Sementara invasi itu mengakhiri pemerintahan Taliban di negara itu, namun gagal menghilangkan kelompok militan.

Pasukan Amerika sejak itu bercokol di Afghanistan melalui kepresidenan George W. Bush, Barack Obama, dan sekarang, Donald Trump. Ditengah pendudukan yang berkelanjutan, kelompok teroris Daesh atau ISIS juga muncul di Afghanistan baru-baru ini. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.