Corona

PBB: Covid-19 Meluas di Yaman sementara Sistem Kesehatan Runtuh

Yaman – Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa pendanaan mendesak diperlukan untuk mengendalikan wabah virus corona baru di Yaman, di mana sistem perawatan kesehatan telah runtuh sebagai akibat dari kampanye menghancurkan koalisi pimpinan Saudi.

Banyak lembaga bantuan yang beroperasi di Yaman mengatakan bahwa negara itu “benar-benar di tepi jurang sekarang,” ujar Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), pada briefing hari Jumat (22/05) di Jenewa.

“Situasinya sangat memprihatinkan, mereka berbicara tentang sistem kesehatan yang sebenarnya sudah runtuh,” katanya, mengutip pernyataan badan-badan bantuan yang bekerja di negara yang dilanda perang itu.

Baca: Yaman Desak Koalisi Saudi Izinkan Masuk Pasokan Medis untuk Virus Corona

Laerke melanjutkan dengan mengatakan bahwa pekerja bantuan terpaksa harus menolak pasien karena tidak memiliki oksigen medis yang cukup atau pasokan peralatan pelindung diri yang cukup.

Komentar direktur OCHA ini muncul tak lama setelah Dokter Tanpa Batas, yang juga dikenal dengan akronim Prancisnya sebagai MSF, mengatakan bahwa pusat perawatan COVID-19 utamanya di Yaman selatan telah mencatat sedikitnya 68 kematian hanya dalam dua minggu.

“Apa yang kami lihat di pusat perawatan kami hanyalah puncak gunung es dalam hal jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal di (Aden),” ujar manajer operasi MSF untuk Yaman, Caroline Seguin, pada hari Kamis.

Penyakit COVID-19 semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman, di mana 80 persen penduduknya bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.

Baca: Arab Saudi Tahan 22 kapal yang Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Yaman

Awal pekan ini, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB memperingatkan bahwa sistem kesehatan Yaman sudah berada di bawah tekanan berat dan sekarang akan kewalahan “jika COVID-19 terus menyebar.”

Rezim mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang mengumumkan pusat pemerintahan di Aden sejak 10 April menyatakan 180 infeksi dan 30 kematian akibat virus corona telah terjadi disana.

Tetapi MSF mengatakan pada hari Kamis bahwa pusatnya di Aden telah menerima 173 pasien dari 30 April hingga 17 Mei, setidaknya 68 di antaranya telah kehilangan nyawa mereka, menunjukkan “bencana yang lebih luas terjadi di kota itu.”

Sejak Maret 2015, Yaman telah banyak diserang oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi, yang berusaha mengembalikan kekuasaan ke sekutunya, Hadi.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.758 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: