Internasional

Hadramaut Lockdown, Ini Pesan Penting Habib Ali Al-Jufri Pasca Kematian 5 Ulama Besar

HADRAMAUT – Yaman Selatan yang berada di bawah perebutan antara separatis selatan dukungan UEA Arab dan milisi pro Mansour Hadi, mantan presiden yang didukung Arab Saudi, mengumumkan penutupan beberapa kota di Hadramaut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Anatolia, Direktur Jenderal kota Tarim, provinsi Hadramout, Khaled Howaidi mengatakan bahwa keputusan telah diambil untuk menutup pelabuhan kota dan memberlakukan jam malam yang komprehensif untuk jangka waktu satu minggu, yang dapat diperpanjang selama 14 hari, menurut keputusan Menteri Kesehatan, dalam rangka membatasi penyebaran Corona.

BacaDokumen Rahasia Ungkap Covid-19 Merebak di Kalangan Loyalis Hadi Yaman

Howaidi menambahkan bahwa penduduk kota Tarim yang tercatat 8 kasus korona, termasuk dua kematian, akan diizinkan untuk pergi selama dua jam per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Pada hari Rabu, jumlah total kasus corona yang tercatat di Yaman Selatan, telah mencapai 278 orang, termasuk 57 kematian, dan 11 orang dinyatakan pulih. Sementara Yaman Utara yang dikendalikan oleh Houthi Ansarallah dan Dewan Politik Yaman melaporkan 4 kasus, termasuk satu kematian, di wilayahnya.

Pesan Habib Ali Al-Jufri

Dalam pesan yang mendesak, Habib Ali Al-Jufri meminta masyarakat Hadramaut untuk mengambil tindakan pencegahan dan mematuhi arahan dari petugas medis atau kesehatan.

Habib Ali Al-Jufri dalam pesannya yang dikutip oleh situs “Hadramout 21”, menyatakan “Meskipun memahami alasan kumulatif atas lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan di Wadi Hadramout, namun epidemi adalah fakta yang tidak dapat disangkal keberadaanya. Karena itu, saya mengajak keluarga dan saudara-saudara kami di Wadi Hadramaut untuk mempertimbangkan arahan kesehatan dan bertawakal kepada Allah SWT,” dan menambahkan bahwa berpegang dengan pedoman dan arahan kesehatan adalah kewajiban syariat”.

BacaHabib Ali Al-Jufri: Siapa Saja yang Ganggu Pemerintah Maka Dia Kriminal

Sebelumnya, selama tiga hari berturut-turut Hadramaut berduka karena kehilangan lebih dari lima orang ulama besar mereka, diantaranya adalah Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Hafizh, Habib Abdullah bin Alwi bin Syihab, Syeikh Muhammad bin Mur’i, Syeikh Said bin Salim Basaidah, dan Habib Ahmad bin Umar bin Ahmad Alatas, dan Habib Ahmad bin Husein bin Ali Alaydrus.

Namun, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa para ulama ini meninggal dikarenakan infeksi virus corona. Meskipun, Wadi Hadramaut telah dinyatakan zona merah dan diberlakukan lockdown. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.753 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: